Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Medsos»Pemkab Ende Bangun Rakitan Patung Kuda Jantan, Begini Respons Netizen
Medsos

Pemkab Ende Bangun Rakitan Patung Kuda Jantan, Begini Respons Netizen

By Redaksi8 Januari 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Rakitan patung kuda di Kota Ende saat malam hari yang dihiasi lampu berwarna (Foto: Ian Bala/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ende, Vox NTT-Sebuah rakitan patung berupa seekor kuda telah dibangun oleh pemerintah Kabupaten Ende pada Selasa (05/01/2020) sore di perempatan Apollo, Kota Ende. Rakitan patung tersebut tampak berdiri tegak, di mana kedua kaki depan tampak menjulang tinggi dengan posisi kepala miring ke kiri.

Patung tersebut dirakit menggunakan besi dan dicat berwarna putih serta memberi ornamen lampu hias. Jika diperhatikan lebih dekat, rakitan patung tersebut ternyata kuda jantan.

Simbol kuda jantan oleh pemerintah disebut untuk memberi dampak positif kepada masyarakat bekerja keras serta untuk mengenang sejarah olahraga pacuan kuda. Sebab, dahulu Kota Ende merupakan salah satu arena balapan kuda, selain olahraga sepak bola.

Mengenai berdirinya rakitan patung kuda ramai direspon warga di media sosial (Facebook). Ada yang memberi apresiasi dan ada pula netizen yang merespon negatif karena dinilai tidak menguntungkan dan menyejahterakan masyarakat.

Seperti akun Alii Yus yang menulis bahwa pemerintah mesti lebih memperhatikan kebutuhan listrik bagi warga pelosok dibandingkan memberikan lampu hias pada patung kuda. Alii Yus menilai karena banyak bangunan dalam kota yang dipenuhi pernak-pernik

“Di kota macam-macam lampu, coba kasih lampu buat warga yang di luar kota yang gelap gulita,” tulis Yus.

Kemudian pemilik akun Lermo juga menyarankan kepada pemerintah agar dana itu difokuskan untuk kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak dibandingkan membangun sesuatu yang tidak berguna.

Pemilik akun Ortiz Embu Siku Sundu menyindir Pemda Ende yang mengutamakan pembangunan dalam kota dibandingkan pembangunan di desa.

“Pemda Ende mengutamakan pembangunan dalam kota, pembangunan di desa
dianaktirikan,” tulis akun Ortiz.

Di balik sindiran, banyak juga netizen yang memberi apresiasi dan mengacungkan jempol kepada pemerintah yang dianggap sukses menuntaskan program menata kota.

Penampakan rakitan patung kuda di persimpangan Apollo Kota Ende pada siang hari (Foto: Ian Bala/VoxNTT)

“Sebuah kota butuh tampil yang bagus, kapan bisa maju kalau sering kali ada terobosan pemerintah untuk menata kota selalu menuai protes. Ende teruslah berbenah diri menjadi kota yang indah,” tulis pemilik akun facebook Tany Ltw.

Kemudian akun Krisanta Lusia menanggap pemerintah telah memberikan edukasi kepada anak-anak untuk mengenang dan mengingatkan kembali sejarah.

“Mantap simbol edukatif untuk anak-anak dengan perkembangan modern sedang sekedar mengingatkan bahwa ada simbol sejarah. Mantap di masa pemerintahan ini,” tulis Lusia.

“Mantap kota Ende dengan simbol kuda melambangkan pekerja keras dan menghasilkan rejeki,” kata pemilik akun Elsi Parera.

Apresiasi lain juga datang dari pemilik akun Ahmad yang menilai pemerintah telah melaksanakan program membangun desa dan menata kota. Menurutnya, pembangunan patung kuda merupakan salah satu program pemerintah saat ini yakni menata kota.

Sementara Kadis PUPR Ende Fransiskus Lewang sebelumnya menyatakan, pemerintah akan terus melakukan penataan Kota Ende agar dipandang elok berdasarkan nilai-nilai sejarah. Menurutnya, penataan kota dilakukan berdasarkan visi misi dan program pemerintah.

Ia menyatakan secara historis patung kuda dibangun berdasarkan sejarah masa lalu, di mana untuk mengenang olahraga pacuan kuda yang pernah diselenggarakan di Kota Ende.

Kemudian simbol kuda ditunjukkan untuk memacu semangat kerja keras dan sikap gotong royong sebagaimana keberadaan dan budaya daerah.

“Patung kuda secara historis memang ada karena dahulu Ende juga memiliki tempat pacuan kuda. Kemudian secara filosofis memang untuk memacu masyarakat agar bekerja keras dan gotong royong sesuai keberadaban daerah kita,” jelas Frans.

Penulis: Ian Bala
Editor: Ardy Abba

Ende
Previous ArticleSimpang Siur Informasi PSBB di Kota Kupang
Next Article Dewan Pengawas Apresiasi Terobosan PDAM Ende

Related Posts

STIPAR Ende Bekali Calon Wisudawan lewat Seminar Akademik

13 Februari 2026

PLN Sigap Tangani Kebakaran Gudang Logistik di Flores Barat

27 Januari 2026

Kompetisi Karya Tulis Ilmiah Nasional Warnai Dies Natalis STIPAR Ende 2025

4 Oktober 2025
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.