Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»INTERNASIONAL»Biden Batalkan Larangan Trump Soal Transgender Masuk di Militer
INTERNASIONAL

Biden Batalkan Larangan Trump Soal Transgender Masuk di Militer

By Redaksi25 Januari 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ribuan warga AS yang terlibat aktif dalam angkatan bersenjata maupun komponen cadangan militer diyakini merupakan transgender (Sumber: BBCNews)
Ribuan warga AS yang terlibat aktif dalam angkatan bersenjata maupun komponen cadangan militer diyakini merupakan transgender (Sumber: BBCNews)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Vox NTT-Presiden Amerika Serikat Joseph Robinette Biden Jr. membatalkan larangan mantan Presiden Donald Trump terhadap individu transgender yang bertugas di militer.

Presiden Biden kemudian menandatangani perintah eksekutif untuk membatalkan larangan Trump tersebut, Senin (25/01/2021).

Menurut dia, pembatalan tersebut dianggap benar dan merupakan kepentingan nasional Amerika Serikat.

Perintah tersebut menetapkan kebijakan bahwa semua orang Amerika yang “memenuhi syarat” bisa bertugas di angkatan bersenjata Amerika Serikat.

Pemerintahan Biden menekankan bahwa militer AS bisa berkembang ketika berdiri dari beragam orang Amerika yang memenuhi standar ketat untuk dinas militer. Militer yang ekslusif tentu saja memperkuat keamanan nasional negeri paman sam.

“Presiden Biden percaya bahwa identitas gender tidak boleh menjadi penghalang bagi dinas militer, dan bahwa kekuatan Amerika ditemukan dalam keragamannya,” kata Gedung Putih, dilansir FoxNews.

BACA JUGA: Resmi Jadi Presiden, Biden Langsung Batalkan Kebijakan Trump

“Pertanyaan tentang bagaimana memungkinkan semua orang Amerika yang memenuhi syarat untuk bertugas di militer dengan mudah dijawab dengan mengakui nilai-nilai inti kami.”

Rencana tersebut menandai upaya terbaru oleh pemerintahan Biden untuk membatalkan banyak kebijakan Donald Trump.

Menurut data Departemen Pertahanan AS, ada sekitar 1,3 juta personel aktif yang bertugas di militer AS, tetapi tidak ada angka resmi tentang jumlah anggota transgender yang tersedia.

Sementara personel militer transgender di bawah kebijakan Trump diizinkan untuk tetap bertugas, namun tidak ada lagi rekrutan baru.

Penulis: Ardy Abba

internasional
Previous ArticleWakil Ketua DPRD Manggarai Pertanyakan Alasan Tidak Cairnya Gaji Bagi ASN dan Anggota Dewan
Next Article Presiden Biden Larang WNA dari 30 Negara untuk Masuk Amerika

Related Posts

Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia Tatap Muka dengan Warga Indonesia

22 April 2022

Daftar 15 Negara Tertua di Dunia, Terbanyak di Asia

6 April 2022

Berikut Penemuan Besar Stephen Hawking yang Dikenang Dunia

4 April 2022
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.