Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Wabah Covid-19 Merebak, Pedagang di Pasar Borong Keluhkan Pendapatan Merosot
Ekbis

Wabah Covid-19 Merebak, Pedagang di Pasar Borong Keluhkan Pendapatan Merosot

By Redaksi30 Januari 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Frederich Charlo (26), pedagang pakaian di pasar Borong yang mengeluh pendapatan merosot akibat wabah Covid-19
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 sedang menyerang dunia. Indonesia pun tidak ketinggalan. Sudah sejak Maret 2020 lalu virus Corona telah mewabah di tanah air.

Sejak itu, berbagai upaya penanggulangan dilakukan pemerintah untuk meredam dampak dari pandemi Covid-19 di berbagai sektor.

Hampir seluruh sektor terdampak, tidak hanya kesehatan. Sektor ekonomi juga mengalami dampak serius akibat pandemi virus Corona.

Pembatasan aktivitas masyarakat berpengaruh pada aktivitas bisnis yang kemudian berimbas pada perekonomian. 

Di pasar Borong, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur, para pedagang mulai mengeluh pendapatan merosot akibat wabah Covid-19.

Terpantau, Sabtu (30/01/2021), pasar ini memang tampak sepi pembeli. Aktivitas ramai yang seperti sebelumnya, tampak perlahan hilang. Banyak warga yang terpaksa mengurung diri di rumah karena takut akan penularan Covid-19.

Akibat sepi pembeli, pedagang di pasar Borong pun mengeluh pendapatan mulai merosot. Salah satu di antaranya, Frederich Charlo (26).

Pedagang pakaian itu mengaku kesal dengan wabah Covid-19 yang tidak kunjung hilang.

Ia berkisah sudah menjadi penjual pakaian sejak tahun 2016 lalu. Sejak saat itu hingga beberapa tahun setelahnya, kata dia, kondisi pasar Borong sangat ramai.

“Kondisi pasar saat itu beda dengan sekarang. Terhitung sejak tahun 2016 hingga 2019 awal, pasar Inpres Borong sangat ramai pengunjung. Dalam sehari rata-rata pemasukan Rp500.000 dan itu pun kalau hari biasa,” kisah Edy, demikian ia akrab disapa.

Pasar Borong ramai menurut dia, pada hari Senin dan Selasa, terutama di lapak dagangannya. Apalagi menjelang perayaan Natal, Tahun Baru, Valentine, dan Paskah. 

Bahkan Edy pun bisa mengorder barang setiap hari lantaran cepat habis diserbu pembeli.

“Kalau pada saat musimnya, sangat ramai dikunjungi pembeli, apalagi masuk tahun ajaran seperti anak sekolah baru. Omset kami sangat besar setiap hari,” terang Edy.

Namun selama badai pandemi ini, lanjut dia, para pedagang di Pasar Inpres Borong tidak mendapatkan hasil yang pasti dan kadang dalam satu hari tidak ada pembeli.

Kondisi ini membuat Edy jenuh. Meski begitu, ia mengaku tetap pasrah dengan keadaan dan pekerjaannya.

Sepinya pasar Borong juga diakui Iren Antus, salah satu pengunjung. Menurut dia, banyak orang tidak ke pasar lantaran takut dengan penularan Covid-19.

“Saya juga datang ke sini dengan penuh rasa takut, virus ini tidak hilang-hilang,” katanya.

Penulis: Filmon Hasrin
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim Pasar Borong
Previous ArticleKiamat: Antologi Puisi Sandro Sogemaking
Next Article Curah Hujan Tinggi, Dandim 1612 Manggarai Imbau Masyarakat Tetap Waspada

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.