Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Uang Korupsi Bansos Mengalir Sampai ke Labuan Bajo
HEADLINE

Uang Korupsi Bansos Mengalir Sampai ke Labuan Bajo

By Redaksi9 Maret 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi bansos
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, Vox NTT–Fakta mengejutkan muncul dari sidang kasus korupsi bantuan sosial (bansos) korona Kementerian Sosial (Kemsos) di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Senin (8/3/2021). Uang yang dikorupsi ternyata mengalir sampai ke Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Hal tersebut terungkap dari pengakuan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bansos Corona, Matheus Joko Santoso saat diperiksa sebagai saksi dalam sidang penyuap bansos Corona, Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja.

Matheus mengaku diperintahkan oleh mantan Mensos Juliari Peter Batubara untuk mengumpulkan fee sebesar Rp 10 ribu perpaket dari penyedia bansos. Total fee yang ia kumpulkan sebanyak Rp 16,7 miliar.

Dari jumlah tersebut, Rp 14,7 miliar diberikan kepada Juliari. Sisanya dibagikan kepada sejumlah pihak, hingga mengalir ke Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Ia menjelaskan aliran dana ke Labuan Bajo digunakan untuk biaya carter pesawat dan membayar artis yang hadir untuk mengisi acara Kementerian Sosial.

“Artisnya informasinya Cita Citata, saya juga nggak hadir,” kata Joko seperti dikutip detik.com.

Ia merincikan, uang sebanyak Rp 270 juta digunakan untuk membiayai pesawat carter Labuan Bajo. Sedangkan untuk sewa artis sebesar Rp 150 juta.

“Sewa pesawat carter Labuan Bajo Rp 270 juta, pembayaran artis untuk kegiatan rapat Labuhan bajo Rp 150 juta,” ungkap Joko.

Fee bansos Corona juga mengalir ke sejumlah pejabat Kementerian Sosial, kolega Juliari, hingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). (VoN).

Juliari Peter Batubara Korupsi Bansos Labuan Bajo Manggarai Barat
Previous ArticleDisebut Teko Di-SK-kan Gubernur, Karo Humas NTT Tidak Tahu, Pengamat: Melanggar UU
Next Article Hadiah Handphone hingga Mobil Warnai HUT Labuan Square yang ke-2

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.