Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Aku Teracuni: Antologi Puisi Emmanuel Ervhanno
Sastra

Aku Teracuni: Antologi Puisi Emmanuel Ervhanno

By Redaksi3 April 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Aku Teracuni

Beku anginkah ini yang Kau kembalikan padaku sepenuhnya?

Dingin…

Kilau bintang mendadak gaib… hilang tak berbekas

Punah…

 

Di bawah payung langit Aku teremuk menantimu

Ah, lagi Kau mencumbui otak dengan bibir beracunmu

Hangat pelukmu juga hanyalah kepalsuan

 

Hembusan sepoi angin yang Aku hirup  membuatku lumpuh

Aku teracuni…

Dingin anginmu menusuk sumsum tulangku

Aku teracuni…

Gelap malammu melunturkan warna hidupku

Aku teracuni…

Yang Aku peluk bukan kehangatan

Itu hanya kepalsuan

Ternyata sudah lama Kau berniat membunuhku

Hingga mati rasa

 

Di Sudut Ruangan 

Sanbil melipat sajak usangmu dari dalam saku

Aku duduk terdiam di sudut ruangan ini

Meramu puing-puing kisah yang berdebu termakan waktu

Dalam kebisuan yang sunyi

 

Di sudut ruangan ini

Aku duduk berteman kenangan

Sepintas teringat waktu pertama kita bersua

Sebelum kepergianmu yang mengundang luka

 

Di sudut ruangan ini

Aku kini hanya mengenang pertemuan bertahun silam

Saat aku mengintip sajakmu pada ilham pertama puisi

Sebelum kau pergi, berpisah tanpa surat dan titipan alamat

 

Waktuku ikut termenung sendiri

“sudah berapa dermaga hati yang kau singgahi

Dengan janji alan bertemu kembali?”

Ah, sudahlah… Toh itu hanya isengnya saja

 

Kini biarlah aku ini

Mengkhusyuki sajakku sendiri

Yang aku tulis di sudut ruangan ini

Dengan tinta kenangan dan secarik janji yang telah kau tinggalkan

Senja, Kau dan Aku

Senja ini… seperti senyummu yang merekah kala itu

Saat aku menitipkan hati kepadamu di halaman rumah

Agar kasih dan sayangmu dapat menghangatkannya

Seperti itu juga pertemuan kita

 

Senja ini…  udara jadi harum mawar

Menghirupnya melayangkan kasihku di atas lamunan langit sayang

Mengingatkan hati yang kutitipkan padamu

Apa kabar hatiku di sana?

 

Senja ini… aku mengais kenangan pertemuan kita kala itu

Aku ingin menanam benih cinta, saudara kasih dan sayang itu pada hatimu dan hatiku

Agar percintaan kita tak lagi asing oleh kasih dan sayang kita

Seandai waktu masih merenda dan memihak kita

 

Jika nanti kau, aku, kita bertemu

Kan kusanding benih cinta bersama kasih dan sayang

Agar kau,aku menjadi kita

Senja ini… seperti senyummu yang merekah kala senja itu.

 

Biodata Penulis

Nama: Emanuel Ervano Bei Meo

TTL: Boawae, 24 Desember 1999

Tempat Tinggal: Jl. Manuwait, Biara Scalabrinian Desa Lalat, Nita, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur 86152

Pendidikan: Mahasiswa STFK Ledalero Maumere

Nomor HP: 085237065659

Email: [email protected]

Sekilas tentang penulis:

Penulis adalah seorang pegiat sastra yang aktif dalam menulis puisi dan opini. Beberapa karyanya pernah dimuat dalam beberapa media online dan media cetak, sperti VoxNTT, Flores Editorial, Fajar NTT, Banera, Media BMR FOX Manado dan beberapa media lain.

Emmanuel Ervhanno
Previous ArticleMosi Tidak Percaya
Next Article Seminari Jalan Hidupku

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.