Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Memeluk Surga: Antologi Puisi Yohanes Mau
Sastra

Memeluk Surga: Antologi Puisi Yohanes Mau

By Redaksi10 April 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Memeluk Surga

Sakit dan pedih itu tidak abadi
Tangis air mata
Keringat dan tetes darah sudah kering
Beban berat itu telah selesai
Di bukit ini ada secercah cahaya
Itulah cahaya hidup
Cahaya kemenangan
Tiada lagi pedih menyayat
Yang ada di sini hanyalah kemenangan
Tiada lagi kalah
Kalah itu kemarin yang pergi
Dan kemarin itu tidak kan kembali lagi
Kemarin hanyut dalam cahaya kemenangan
Bercahaya agar tak hanyut oleh indah hari ini.

Sakit dan pedih hanyalah cara terindah menuju puncak
Cahaya dari bukit itu adalah bahagia yang tak lekang oleh ruang dan waktu
Mari bersakit cinta agar memeluk surga
Di sini hanya ada menang.

Ilizwi Biclical Centre-Zimbabwe, 04/04/2021

Hapuslah Air Mata Negeriku

Badai angin hujan merintihkan
Memenjarahkan lara
Hingga ratap tangis enggan pergi
Kini aku ada
Antara pilih dan memilih
Yang setia membalut
Dengan ayat-ayat mazmur
Di senja yang lenggang
Tuhan peluklah erat
Dan hapus air mata negeriku.

Ilizwi Biclical Centre-Zimbabwe, 06/04/2021

Jalan Sunyi

Hampa tanpamu
Tanpa dia dan mereka
Memeluk pun enggan
Aku hanya berteman angin
Di tengah semesta
Badai melanda
Tiada kasihan
Di sini aku masih berteman sepi
Dan hampa tanpamu itu
Kepingan sisa ratapan senja kemarin
melepas lara
Bersama kedua murid
di jalan sunyi Emaus.

Ilizwi Biclical Centre-Zimbabwe, 08/04/2021

Buku Cinta

Kasih terulur di sepanjang jalanan
Menjamah sejuk pada panas siang
Mencair dalam beku
Hanyut bersama cinta
Ia hanyalah pejalan
yang setia di jalan
Kutak tahu sampai kapan
Saat itu tiba.

Aku ada di antara yang merintih
di jalanan itu
sedang merindu rumah
Rumah itu masih bernama
buku cinta
yang tidak selesai dibaca
di mimbar dan kelas-kelas sekolah
dan kampus
Buku cinta itu ada di jalanan
Resah dan rintihan
Itulah seruan minta tolong
agar buku cinta itu segera dibaca
hingga tuntas.

Ilizwi Biclical Centre-Zimbabwe, 08/04/2021

Bukalah Pintu Surga

Dari, oleh dan kepadaNya kami kembali
Gelap gulita menyelimuti
Menggema di tengah semesta
Tanpa kata kasih
Sembari bisikan cinta
Masihkah ada secercah cahaya
di tengah musibah ini?

Gelap tak berkurang
Hening malam hadir
berteman barisan cahaya lilin
kami berdiri di pintuMu
dan mengetuk, “Tuhan, kami datang karena suaraMu bukalah pintu surga bagi kami! ”

Ilizwi Biclical Centre-Zimbabwe, 09/04/2021.

Yohanes Mau adalah salah satu penulis buku Antologi Puisi, “Seruling Sunyi Untuk Mama Bumi.” Kini ia sedang bertualang di Zimbabwe-Afrika

Yohanes Mau
Previous ArticlePengurus TP PKK dan Dekranasda Mabar Resmi Dilantik, Ini Kata Bupati Edi Endi
Next Article Duka Adonara: ‘Kematian di Tengah Badai Banjir Bandang’ 

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.