Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Sajak untuk Tuhan
Sastra

Sajak untuk Tuhan

By Redaksi11 April 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*Puisi

Oleh: Frumend Oktavian. M. (Frutamin)

Sajak untuk Tuhan

Benarkah Engkau tak pernah cemburu?

Benarkah Engkau tulus mencintai sajak-ku?

Benarkah Engkau pernah merindukan  puisi-puisi sederhana-ku?

Jika itu benar Tuhan,,,

Biaralah aku tetap merapalkan syair-syairku

Di setiap sujud dan pujian yang tiada akhir

Bersama hembusan dari wangian dupa-Mu

Yang selalu kukenang dalam kata amin di setiap sudut semogaku yang getir

 

Ribang, House of God, February, 2021

 

Maharahim 2

Dosaku kini jatuh dan  telah terbujur kaku

Tercucur rampung tepat di sudut taman sajak-ku

Penuh aduh dengan sembilu ampun yang tak dijamu

 

Aku akhirnya sadari 

Aku telah menyendiri dan  tengah telanjang di taman sajak-ku sendiri

Dibaluti duri kedosaan  yang tak terperih

 

Ahhh,,Tuhan aku telah berdosa 

Akan kah Engkau mencariku Tuhan

Seperti  Engkau mencari Adam dan Eva di sudut waktu yang lalu itu

 

Hening sejenak…..

 

“Ampunilah aku ya Tuhan..”

 

Ribang, House of God, Maret, 2021

 

Titipan rindu

: Anggriany

 

Teruntukmu yang merindukanku 

jika saja tak ada lagi yang membuatmu  merindu 

maka rindulah aku dengan selalu

 

Teruntukmu yang merindukanku

jika saja balasan  salam rinduku tak pernah tiba, singgah, bahkan menetap di telingamu

Izinkan aku menitipkannya, kepada Tuhanmu

Apabila kau berdoa kau kan menyebut nama-Nya bukan?

bercakap-cakap dengan-Nya

tanyakan saja pada-Nya, Dia pasti tahu

betapa isi di dalam dada ini juga selalu berurusan dengan rindu

 

Teruntukmu yang merindukanku

tak cukup bila kau terus bertanya perihal rindu

kau tahu, pagi tadi aku telah meminta izin pada Tuhan-Mu

bahkan  dengan berani mengatakan pada-Nya

biarlah kita tetap beribadah pada ruang rindu tanpa harus bertanya

mengapa rindu itu selalu ada??

Ende, Januari 2021

Nama: Frumend Oktavian. M. (Frutamin), kelahiran 27 Oktober.  Suka akan dunia sastra terutama puisi-puisi (jatuh cinta pada puisi sejak masih di bangku SMA).  Bagi saya berpuisi itu sama halnya dengan jatuh cinta…

 

Frutamin
Previous ArticleUpaya Pemprov NTT untuk Percepat Relokasi Warga Pascabencana Siklon Tropis Seroja
Next Article Beranjak dari Lembata Menuju Tepi Jemari Ibu

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pilu yang Tidak Pernah Sembuh

3 Februari 2026
Terkini

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.