Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»‍‍‍‍‍‍‍‍‍Wabup Jaghur: Nasib Guru Honorer di Matim Sangat Memprihatinkan
Regional NTT

‍‍‍‍‍‍‍‍‍Wabup Jaghur: Nasib Guru Honorer di Matim Sangat Memprihatinkan

By Redaksi20 April 20211 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
'Rapat Dengar Pendapat Forum GTKHNK35+Non Kategori Kabupaten Manggarai Timur di SMA 2 Borong yang dihadiri Anggota DPR RI Komisi X Andreas Hugo Parera (AHP), Senin (19/04/2021)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Wakil Bupati Manggarai Timur Jahgur Stefanus mengatakan, selama ini nasib guru honorer di kabupaten itu sangat memprihatinkan.

Bayangkan menurut dia, hingga kini masih ada guru honorer yang digaji Rp300.000 per bulan.

“Saya merasa prihatin dengan guru honorer di Matim, masih ada yang gajinya 300.000 per bulan,” ujar Wabup Jaghur saat ‘Rapat Dengar Pendapat Forum GTKHNK35+Non Kategori Kabupaten Manggarai Timur di SMA 2 Borong yang dihadiri Anggota DPR RI Komisi X Andreas Hugo Parera (AHP), Senin (19/04/2021).

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Jaghur berharap agar AHP bisa mensejahterakan nasib para guru honorer 35+ di Matim.

Sementara itu, AHP mengatakan jumlah guru honorer berubah-ubah seperti dari Kemendikbud, sehingga sulit untuk membuat penganggarannya.

Ia mengaku hingga kini pihaknya belum memegang data yang pasti terkait jumlah guru honorer, baik dari kementerian terkait termasuk Kemendikbud.

“Bagaimana mau buat penganggaran kalau tidak tahu persis jumlah guru honorernya. Tenaga honorer tidak hanya terdiri dari guru tetapi dari berbagai sektor,” ujar politisi PDIP itu.

AHP pun berharap agar ke depannya tidak ada lagi pengangkatan pegawai honorer.

“Kami sebagai pemerintah, ke depan tidak ada lagi pegawai honorer, hanya ada satu yaitu ASN yang terdiri dari PNS dan P3K,” ujarnya lagi.

Penulis: Filmon Hasrin
Editor: Ardy Abba

Manggarai Timur Matim
Previous ArticleRumah Ludes Dilahap Si Jago Merah, Dokumen Ijazah Siswi Kelas Tiga SMK Sadar Wisata Ruteng Ikut Terbakar
Next Article Kesal dengan Keluarga Betrand Peto, Ruben Onsu Blak-Blakan: Anak Saya Bukan Sapi

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.