Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Pascabencana Seroja, 47 Kepala Keluarga di Kota Kupang Belum Dapat Bantuan dari Pemerintah
NTT NEWS

Pascabencana Seroja, 47 Kepala Keluarga di Kota Kupang Belum Dapat Bantuan dari Pemerintah

By Redaksi23 April 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sekretaris RT 006, Marsel Liu saat diwawancarai wartawan, Kamis, 22 Oktober 2021 (Foto : VoxNtt. Com/Tarsi Salmon)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNtt.com-Badai siklon seroja yang menghantam Nusa Tenggara Timur (NTT) beberapa waktu lalu, menyebabkan ratusan korban jiwa. Ribuan warga pun terpaksa harus diungsikan. Sementara puluhan ribu rumah rusak berat.

Pasca badai seroja, konsentrasi semua pihak, baik pemerintah maupun swasta terus mengalir untuk warga NTT yang terdampak bencana. Sejumlah bantuan pun disalurkan ke provinsi kepulauan itu.

Namun, di tengah bantuan yang terus mengalir ke wilayah tersebut, warga di RT 006, Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang mengaku belum menerima bantuan dari pemerintah. Baik bantuan dari pemerintah Kota Kupang maupun pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sekretaris RT 006, Marsel Liu mengatakan, 47 Kepala Keluarga (KK) belum mendapat bantuan dari pemerintah.

“Untuk warga yang terdampak musibah ini, bantuan dari pemerintah belum ada. Baik dari pemerintah Kota Kupang maupun pemerintah provinsi, “kata Marsel Liu kepada wartawan, Kamis (22/04/2021)

Ia mengaku selama ini mereka hanya menerima bantuan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

“Kalau kemarin dari LSM itu, kita bagikan ke warga yang terdampak. Walau sedikit kita bagikan ke semua warga, “ujarnya

Data dari semua korban akibat bencana itu kata dia, sudah diserahkan ke pihak kelurahan Liliba. Ia juga mengaku pihaknya berinisiatif untuk membangun posko pascabencana, namun dilarang oleh pihak kelurahan dengan dalil antisipasi penyebaran covid-19.

“Itu dua hari setelah musibah, ” kata dia.

Terpisah, Lurah Liliba, Viktor Makoni mengatakan semua data-data korban akibat bencana tersebut sudah dimasukan ke Kelurahan dan sedang dalam proses.

“Dari pemerintah, kita masih mendata. Sudah dimasukan semua dan lengkap. Kan kalau terima nanti sama-sama, seluruh kelurahan, ” kata Lurah Viktor Makoni saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (23/04/2021)

Ia kembali menegaskan data-data dari korban tersebut sedang dalam diproses. “Masih diproses semua, “tegas dia

Penulis : Tarsi Salmon

Editor : Irvan K

Bencana NTT Kota Kupang
Previous ArticleBerkas Pengajuan Sertifikat Tanah Pemda Mabar di Kerangan Hilang di Kanwil BPN NTT
Next Article Dugaan Penyimpangan DD, Kades Humusu Oekolo Diadukan ke Kejari TTU

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.