Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Lia Kim, Anggun dalam Balutan Tenun Ikat Malaka
Regional NTT

Lia Kim, Anggun dalam Balutan Tenun Ikat Malaka

By Redaksi28 April 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Wakil Bupati Malaka, Kim Taolin didampingi istrinya, Ceicilia Bere Buti, sesaat usai pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Malaka, Sumba Barat dan Belu. Senin (26/04/2021). (Foto: Frido Umrisu Raebesi/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Malaka, Belu, dan Sumba Barat sudah dilaksanakan di Aula El Tari, Kantor Gubernur NTT, Senin (26/04/2021) lalu.

Tiga pasang Bupati dan Wakil Bupati tampak gagah dengan pakaian dinas upacara (PDU) serba putih. Mereka mengikrarkan sumpah dan janji untuk mengabdi kepada masyarakat di daerahnya masing-masing.

Di samping pria-pria yang sukses dalam Pilkada 9 Desember 2020 itu, ada perempuan hebat. Itulah istri yang setia mendampingi suami, mulai dari masa-masa sulit hingga sukses menjadi pemimpin daerah.

Keenam wanita berkonde itu tampak anggun dalam balutan busana khas adat daerahnya masing-masing. Salah satu wanita hebat yang menarik perhatian undangan kala itu adalah Lia Kim, istri Wakil Bupati Malaka, Kim Taolin.

Wanita bernama lengkap Ceicilia Bere Buti ini mengenakan kebaya warna putih. Dipadukan dengan rok dari kain tenun ikat warna merah marun. Selendang tenun yang juga berwarna merah marun disandangkan pada bahu kanannya.

“Ibu wakil bupati terlihat cantik dan anggun. Apalagi dibaluti kain tenun ikat yang cantik ini. Sungguh menambah kecantikan ibu wakil,” puji salah seorang fotografer usai acara pelantikan.

“Terima kasih adik. Ini hasil karya ibu-ibu Malaka khususnya di daerah Dawan R, kampung halaman suami saya,” balas Lia Kim.

Promosi Tenun Ikat

Kain tenun ikat khas Malaka umumnya berwarna merah terang. Namun di wilayah pegunungan, khusus wilayah berbahasa Dawan R, warnanya agak berbeda, yakni merah marun.

Hasil karya tangan-tangan terampil perempuan-perempuan Malaka itu harganya terbilang mahal. Selain karena proses pembuatannya memakan waktu hingga tiga bulan, tenun ikat Malaka memiliki nilai seni dan filosofis yang tinggi. Tidak heran jika selembar kain tenun ikat khas Malaka dibanderol dengan harga Rp 3 juta sampai Rp 5 juta.

“Saya sengaja pakai kain tenun ikat ini, agar orang dari daerah lain tahu bahwa kita di Kabupaten Malaka memiliki kreatifitas dari kearifan lokal dan budaya yang sangat tinggi,” kata ibu dua anak itu.

“Tadi banyak yang tanyakan kain yang saya pakai ini. Mereka bilang mau beli. Saya jawab, mari ke Malaka saja. Di sana banyak,” cerita mantan staf Bank Danamon Cabang Atambua itu penuh semangat.

Tenun ikat, kata Lia, merupakan kekayaan budaya warisan nenek moyang orang Malaka. Mengenakan kain yang sangat indah itu, membuat dirinya merasa semakin percaya diri.

Sebagai istri Wakil Bupati, Lia berjanji untuk turut memperjuangkan pemberdayaan ibu-ibu Malaka. Wanita Malaka, lanjut Lia, mesti didorong untuk berkreasi dan menjadikan tenun ikat sebagai industri rumahan.

“Kita akan dorong ibu-ibu di Kabupaten Malaka untuk memulai industri rumahan. Salah satu contohnya adalah menenun,” pungkas Lia.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Yohanes

Kim Taolin Malaka
Previous ArticleBupati Belu Berkomitmen dalam Sepekan Tiga Kali Bekerja di Lapangan
Next Article Program Germas di Lamba Leda Utara Mulai Rambat ke Desa

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.