Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»INTERNASIONAL»Presiden Turki Sebut Israel Negara Kejam dan Teroris
INTERNASIONAL

Presiden Turki Sebut Israel Negara Kejam dan Teroris

By Redaksi9 Mei 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (Foto: Istimewa)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Vox NTT-Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyebut Israel merupakan negara yang kejam dan teroris. Hal itu karena para polisinya menyerang jemaah salat Tarawih di Masjid Al-Aqsa pada Sabtu (08/05) akhir pekan lalu.

“Israel, negara yang kejam dan teroris, menyerang muslim yang tidak memiliki tujuan selain untuk melindungi rumah leluhur mereka,” ujar Erdogan dikutip Tempo.co dari Daily Sabah, Minggu (09/05/2021).

Ia pun mengecam dan mengutuk keras tindakan Israel tersebut. Sebab itu, menurut Erdogan, Turki akan terus mendukung warga Palestina, yang ia anggap sebagai saudara, dalam keadaan apapun.

“Kami mengutuk keras serangan keji Israel terhadap kiblat pertama kami #AlAqsaMosque, yang sayangnya dilakukan setiap Ramadan,” kata Erdogan di Twitter-nya.

Erdogan pun mengajak muslim di seluruh dunia dan semua negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam untuk melawan penindasan Israel atas Palestina.

“Saya mengajak seluruh dunia, terutama negara-negara Islam, untuk mengambil tindakan efektif melawan serangan Israel terhadap Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, dan rumah-rumah Palestina,” cuitnya.

Untuk diketahui, Polisi Israel menembakkan peluru karet, gas air mata, dan granat kejut untuk membubarkan jemaah Palestina yang sedang salat di Masjid Al-Aqsa. Serangan ini melukai 205 warga Palestina dan 17 petugas polisi.

Ketegangan di Yerusalem meningkat dalam beberapa pekan terakhir karena warga Palestina memprotes pembatasan akses Israel ke beberapa bagian Kota Tua selama bulan suci Ramadan.

Selain itu beberapa pihak berwenang memerintahkan beberapa keluarga Palestina meninggalkan rumah mereka untuk memberi jalan bagi pemukim Israel.

Sumber: Tempo.co
Editor: Ardy Abba

internasional Israel
Previous ArticleKasus Dugaan Korupsi Dana Desa Naikake B Segera Dilimpahkan ke PN Tipikor Kupang
Next Article Waspada Kehilangan ‘Jasmerah’

Related Posts

Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia Tatap Muka dengan Warga Indonesia

22 April 2022

Daftar 15 Negara Tertua di Dunia, Terbanyak di Asia

6 April 2022

Berikut Penemuan Besar Stephen Hawking yang Dikenang Dunia

4 April 2022
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.