Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Moralitas Pemimpin Agas Andreas: Singkirkan Virus KKN
Gagasan

Moralitas Pemimpin Agas Andreas: Singkirkan Virus KKN

By Redaksi10 Mei 20216 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Oleh: Yohanes A. Loni
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Yohanes A. Loni

“Pemimpin yang baik dalam sistem demokrasi bukanlah pemimpin panutan. Dia tidak usah berpretensi menjadi pemimpin yang tanpa cela atau bebas dari segala catat. Secara demokratis, pemimpin yang baik hanya perlu tunduk pada pengawasan publik, baik pengawasan melalui hukum yang berlaku, maupun kontrol sosial oleh para warga. 

Pemimpin yang baik harus diandaikan bisa melakukan kesalahan, tetapi dia harus siap untuk dikoreksi. Legitimasinya harus terjamin kalau dia mempunyai moral courage untuk mengakui kesalahannya, memperbaikinya, dan bersedia menerima sanksi akibat kesalahan tersebut. Jalan ini jauh lebih menguntungkannya secara politik daripada kalau dia berkelit dengan berbagai dalih bahwa dia tak melakukan kesalahan apa pun (Ignas Kleden, kompas, 6 Juni 2006, hlm. 7.)

Secara pribadi saya belum pernah bertemu face to face dengan Agas Andreas,  hanya sempat melihat fotonya di berbagai media sosial. 

Sosok Agas Andreas hemat saya memiliki kepedulian sosial  yang cukup untuk membangun Manggarai Timur. 

Membangun Manggarai Timur merupakan suatu kewajiban yang harus dituntaskan oleh Bupati Agas Andreas dalam masa jabatannya. 

Pemimpin yang bermoral baik terhadap rakyatnya merupakan tugas mulia untuk saling mengisi, melengkapi dan membangun komitmen pembangunan Manggarai Timur ke arah yang lebih baik.

Moralitas pemimpin Agas Andreas harus menjadi kekuatan etos dalam perjuangannya Manggarai Timur. Tak ada kata menyerah. Tak ada dusta. 

Pemimpin berani bersumpah di hadapan masyarakat jika gagal membangun Manggarai Timur dan relakan tinggalkan garuda di dadanya. 

Sebab pemimpin harus diperjuangkan dan terwujud aspirasi dari seluruh elemen masyarakat Manggarai Timur. 

Aspirasi dari rakyat tentang masalah infrastruktur dan persoalan sosial lainnya yang sampai hari ini belum ditepati seharusnya dituntaskan sebelum masa jabatan berahkir. 

Jabatan pemimpin hanyalah alat dan sarana pengabdian. Kepentingan rakyat menjadi obsesi seluruh tugas pelayanan. 

Pemimpin adalah man the other’s. Karena itu, ketika bupati Agas Andreas gagal merealisasikan keinginan rakyat yang telah dijanjikan berarti mengkianati janji politiknya.

Manggarai Timur menjadi daerah otonom sebagai keberhasilan bersama, tidak berlagak pahlawan. Pemimpin Agas Andreas harus menerima kritikan menghadapi realitas sosial politik kemasyarakatan.

Moralitas Pemimpin: Sebagai Landasan Bertindak 

Dalam politik, moralitas me­­ru­pakan faktor sangat pen­ting. Mo­ralitas menjadi ele­men yang me­nentukan karak­ter seorang pemimpin. 

Karena nilai-nilai mo­­ral menjadi lan­das­an dalam ber­tidak, dalam ber­perilaku, dan juga dalam mem­buat keputusan-ke­pu­tus­an.

Dengan nilai-nilai itu, se­orang pe­mim­pin akan di­mam­pukan untuk me­mak­nai ja­batan yang di­per­ca­ya­kan pa­da­nya sebagai ama­nah dan tang­gung jawab yang ke­mu­d­i­an bisa diejawantahkan me­la­lui keputusan-keputusan etis dan implementasi-implemen­ta­­si yang menjunjung tin­g­gi ni­lai ke­­manusiaan serta keadilan.

Seorang pe­­­mimpin itu harus bisa men­ja­di contoh, panutan, dan te­la­dan ba­­gi rakyat, juga bagi me­re­ka yang ada di bawah struk­tur ke­pe­­mimpinannya. 

De­ngan i­n­te­gri­­tas yang dimiliki, se­orang pe­mim­­pin dapat me­ne­p­ati kata-ka­ta dan janji-janji un­tuk se­buah tata kelola pe­me­rintahan yang baik untuk kon­disi kerja su­por­tif dan po­si­tif serta untuk hu­­bungan kerja yang kons­truk­tif dan ber­martabat.

Tanpa iden­­titas mo­ral yang jelas, jika itu ter­buk­­ti nyata dalam rekam je­­jak­nya, landasan tindakan dan pe­rilaku pemimpin dalam men­­­jalankan amanatnya akan se­­­gera dipertanyakan. 

Me­ru­juk pa­­da pemikiran Imannuel Kant bah­­wa moralitas dan politik itu ada­­lah dua perkara sa­ling ber­ke­ter­­gantungan, yang ber­arti ti­dak bisa dipisahkan sa­tu sama lain, maka untuk ­sebuah prak­tik po­litik yang baik, seorang  p­e­mim­pin tidaklah bo­leh ca­cat mo­ral dan cacat perilaku.

Manggarai Timur: Singkirkan Virus KKN

Kedudukan Kabupaten Manggarai Timur dalam konteks ekonomi regional ke depan sangat menjanjikan. 

Kabupaten Manggarai Timur akan membentuk tata jenjang pusat pelayanan yang didukung jaringan transportasi, sarana dan prasarana yang memadai.

Jaringan transformasi berupa sistem dan subsistem terpadu dengan memenfaatkan potensi wilayah yang pada gilirannya berdampak bagi masyarakat Manggarai Timur sendiri. 

Kondisi itu pula, pada tataran pertumbuhan ekonomi konteks kabupaten dapat meningkatkan daya saing antara wilayah secara positif. 

Untuk mencapai tujuan itu, strategi dan dan titik star menata Manggarai Timur sangat menentukan. Dari mana harus mulai membangun Manggarai Timur sangat berpengaruh keberhasilan kelak. 

Pola yang perlu mendapat perhatian adalah menata kembali semangat kebersamaan, jiwa pejuang pemimpin, dan daya saing sehat antara pemerintah, dunia usaha dan civil society. 

Tiga komponen ini menjadi medium utama dalam menyukseskan pembangunan di Manggarai Timur dengan beran sebagai obyek sekaligus subyek pembangunan. 

Di samping itu perlu dukungan pengolahan keuangan daerah dan negara secara profesional dan akuntabel. 

Caranya melalui alokasi dan komposisi dana lebih proporsional berdasarkan basis kinerja. 

Basis kinerja hanya mungkin apabila ada dukungan penataan birokrasi pemerintahan yang profesional pula. 

Jika semua komponen dan strategi dikelola secara baik, maka pola pembangunan kolegial berpartisipatif bisa tercapai dengan baik. Rakyat sejahtera, adil dan makmur.

Kita harus pahami bahwa Manggarai Timur di bawah kepemimpinanan Agas Andreas ibarat ‘sebuah perahu’ raksasa yang hendak berlayar. 

Dengan disahkan Manggarai Timur menjadi daerah otonom oleh DPR RI, Selasa tanggal 17 Juli 2007 (Pos Kupang, 18 Juli 2007) maka perahu Manggarai Timur mulai hak berlayar. 

Pada saat berlayar pembentukan kebersamaan dan keterlibatan semua komponen agar ‘penumpang’ rakyat Manggarai Timur aman dan damai. 

Aspek kesehatan, pendidikan, infrastruktur, fasilitas umum dan khusus, penerangan listrik air, pengembangan usaha ekonomi produktif dan kebutuhan lainnya harus berjalan serentak.

Kita bangga, cita-cita kesejahteraan di semua aspek itu didukung potensi yang besar pula. 

Ada jagung, padi, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, tomat, lombok, kentang, bawang merah, kopi arabika, kopi robustha, cengkeh, dll. 

Ada ada kawasan wisata seperti danau Ranamese, Cepi Watu, air terjun Gunca Celo, danau Rana Gepeng, Ngadong, Rana Kulan. 

Liang Tago perkampungan Kalong, taman laut Kurbaja, dan laut Wae Wole. 

Ada juga cagar budaya dan sejarah seperti bukit perisai, ujung Rotok, batu tonjong, Compang Watu, gua Cin Coleng, Gola Munga dan Tiwo Cewo. 

Itulah sebagai potensi yang harus diberdaya secara maksimal agar bernilai ekonomis. 

Namun, untuk mengatur kesimbangan pembangunan yang dicita-citakan itu pembentukan pejabat dan dukungan SDM birokrasi yang baik dan memadai. 

Kita butuh desainer, yang handal, bukan karbitan, balas jasa atau figur ambisi mau jadi pejabat. 

Figur pejabat yang harus dipercayakan punya visi dan misi dan obsesi. Figur pelayan bukan ambisi dan bermental KKN ‘perahu raksasa’ bernama Manggarai Timur akan berlayar menuju dermaga peraduan dan cita-cita bersama. 

Kita butuh figur yang memiliki kapabilitas pribadi seimbang. Cerdas secara ilmu dan emosional, konseptual dan rasional ramah dalam cara dan komitmen dalam pengabdian. 

Figur yang tahu bagaimana titik berangkat menghidupkan mesin perahu Manggarai Timur. 

Sebab titik star akan menentukan keberhasilan Manggarai Timur ke depan. Bukan tipe yang urus perut sendiri, keluarga dan kroni-kroninya. 

Kita sadar daerah Manggarai Timur rawan ‘segala penyakit’  penyakit KKN, gizi buruk pelayanan. Bisa saja ada pejabat hanya singgah sebentar di Manggarai Timur hanya mau dongkroak jabatan eleson. 

Bisa saja ada pejabat hanya cari keuntungan di Manggarai Timur, lalu berbalik arah merebut kursi nomor satu di Kabupaten Manggarai. 

Ada juga pejabat cari enak. Kita harus waspada. Manggarai Timur bukan terminal singgah bagi PNS. Salah memulai, Manggarai Timur akan hancur berantakan berkeping-keping, masyarakat tetap miskin (Pos Kupang, 24 Juli 2007).

Kita harapkan pemimpin/figur yang bersih, sehat jasmani, dan rohani. Tugas pemimpin harus melakukan kunjungan kerja ke seluruh pelosok daerah serta memberi motivasi kepada masyarakat tentang makna pemekaran. 

Sangat disayangkan jika visi pemekaran tidak tercapai hanya karena kekeliruan menentukan figur penjabat. 

Penjabat harus memiliki kompetensi yang jelas, kemampuan perencanaan dan komitmen tulus untuk kepentingan rakyat Manggarai Timur di bawah kepemimpinan bupati Agas Andreas.

Penulis adalah mahasiswa Awam STFK Ledalero. Dia juga Ketua Ikatan Mahasiswa Manggarai di Maumere (IMAMM)

Yohanes A. Loni
Previous ArticleWaspada Kehilangan ‘Jasmerah’
Next Article KPK Lakukan OTT terhadap Bupati Nganjuk, Diduga Terkait Jual Beli Jabatan

Related Posts

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Memburu “Hantu”, Memukul Manusia, dan Psikologi Sosial

6 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.