Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»INTERNASIONAL»Gaza akan Kehabisan Bahan Bakar untuk Generator Listrik
INTERNASIONAL

Gaza akan Kehabisan Bahan Bakar untuk Generator Listrik

By Redaksi14 Mei 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Warga melihat puing gedung yang hancur akibat serangan udara jet tempur Israel di Jalur Gaza pada 11 Mei 2021. Foto/Anadolu Agency
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Vox NTT-Pasca-konflik yang kian memanas antarIsrael dan Palestina di Jalur Gaza, The Times, seperti dikutip Kompas.com melaporkan bahwa, aliran listrik di daerah itu rata-rata putus akibat sejumlah serangan rudal israel.

“Gaza diperkirakan akan kehabisan bahan bakar untuk menyalakan generator listriknya pada hari Minggu,” ujar pejabat yang berbicara secara anonim kepada The Times of Israel, seperti dilansir Kompas.com.

The Times  juga melaporkan, Gaza memiliki listrik rata-rata sekitar 16 jam per hari sebelum kekerasan saat ini pecah.

Kekurangan bahan bakar sebagian disebabkan oleh Israel menutup perbatasan di Kerem Shalom.

“Serangan militan Hamas juga menyerang saluran listrik menuju Gaza dari salah satu serangan roket mereka,” kata seorang pejabat Israel.

Diketahui, kekerasan antara Israel dan Palestina terjadi kembali pekan lalu di tengah ketegangan di Yerusalem dan upaya untuk mengeluarkan warga Palestina dari beberapa bagian kota.

Kelompok Hamas mulai menembakkan roket dari Gaza sejak Senin (10/5/2021), dan Israel telah menanggapi dengan serangan udara sendiri untuk membalasnya.

Jalan Buntu Diplomasi

Dewan Keamanan PBB akan mengadakan pertemuan publik virtual Minggu (16/4/2021) untuk membahas kekerasan yang meningkat antara Israel dan Palestina, kata para diplomat melansir AFP.

Amerika Serikat, memblokir sesi yang semula dijadwalkan Jumat (14/5/2021), dan mengusulkan pertemuan awal pekan depan.

Namun, Washington akhirnya setuju untuk memindahkan sesi akhir pekan ini, atas permintaan Tunisia, Norwegia dan China, sumber yang sama mengatakan.

AS pada Kamis pagi (13/5/2021) mengatakan ingin memberikan waktu untuk diplomasi.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, ditanya tentang pembatalan sesi Jumat (14/5/2021), mengatakan AS tidak memblokir pertemuan tetapi ingin mengadakannya nanti.

“Kami terbuka dan mendukung diskusi terbuka di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” kata Blinken kepada wartawan di Washington.

“Saya pikir kita akan melihat (hasil) awal minggu depan. Ini, saya harap, akan memberikan waktu bagi diplomasi untuk berpengaruh,” katanya, sebelum pertemuan akhirnya ditetapkan pada Minggu (16/5/2021).

Amerika Serikat, sekutu utama Israel, telah membela serangan mematikan negara Yahudi itu.

AS sebelumnya juga mendorong Israel untuk menunda penggusuran warga Palestina di Yerusalem, yang merupakan pemicu langsung gejolak tersebut.

Blinken berbicara Rabu (12/5/2021) kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Palestina Mahmud Abbas.

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri, Hady Amr, dalam perjalanan pada Kamis (13/5/2021) ke wilayah tersebut.

Amerika Serikat sedang mencari cara “diakhirinya kekerasan yang terus merenggut nyawa anak-anak, wanita dan pria yang tidak bersalah,” kata Blinken.

“Kami sudah sangat jelas menyatakan bahwa serangan roket harus dihentikan,” sambungnya.

Sesi Dewan Keamanan, yang diadakan melalui konferensi video karena pandemi, membutuhkan dukungan dari semua 15 anggota.

Jumat pagi (14/5/2021), “Israel membombardir Gaza dengan serangan artileri dan udara sebagai bagian dari operasi yang sedang berlangsung terhadap Hamas,” kata militer.

“Pesawat dan pasukan Israel di darat sedang melakukan serangan di Jalur Gaza,” kata tentara Israel dalam pesan singkat, meskipun kemudian mengklarifikasi bahwa tidak ada satupun yang sudah bergerak di darat.

Sementara itu AFP, seperti dikutip dari Kompas.com melaporkan di Gaza, lebih dari 100 orang telah dilaporkan tewas sejak Senin (10/5/2021), korban termasuk 27 anak.

Lebih dari 580 orang terluka karena pemboman hebat telah mengguncang daerah kantong pantai yang padat, dan merobohkan seluruh blok bangunan bertingkat tinggi.

Sedangkan Israel, tujuh orang tewas sejak Senin, termasuk seorang anak berusia enam tahun, setelah sebuah roket menghantam sebuah rumah keluarga.

Sumber: Kompas.com

 

internasional Israel
Previous ArticlePolitik Janji: ‘Lidah Tidak Bertulang’
Next Article Kritik Lugas Anton Moti terhadap Pengadaan Mobil Bupati Nagekeo

Related Posts

Dubes Indonesia untuk Zimbabwe dan Zambia Tatap Muka dengan Warga Indonesia

22 April 2022

Daftar 15 Negara Tertua di Dunia, Terbanyak di Asia

6 April 2022

Berikut Penemuan Besar Stephen Hawking yang Dikenang Dunia

4 April 2022
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.