Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Siapa Engkau?: Antologi Puisi Jefri Bere
Sastra

Siapa Engkau?: Antologi Puisi Jefri Bere

By Redaksi15 Mei 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Siapa Engkau?

Siapa Engkau

Dan apa urusanmu padaku?

Maaf kita belum sempat saling dekat

Angkat wajahmu dan tunjuk wujudmu 

 

Siapa Engkau

Yang merampas malamku

Dan pergi membawa mimpi tidurku

Bolehkah kita menyapa serentak bertanya 

Mengapa engkau hadir bagai melati 

Menarik dan tertarik untuk kucari

 

Di bangku dan kusam kursiku 

Saat lutut bersujud dan mulutku bersyukur

Kau jawab aku dengan nada penuh wibawa

Engkau putra kekasih hatiku

Bukan kehendakmu melainkan kehendak-Ku yang terjadi

Akulah Tuhanmu

Ikutilah Aku dengan sepenuh hatimu

 

Selamat Tinggal Cinta 

Pada langit remang ini 

Hingar-bingarnya bintang menyapa gunda hatiku 

Lalu Kuteringat akan sosok dia yang pernah hadir di masa lalu

Melati, dia nama yang pernah menjadi tubuh puisiku

 

Melati, masihkah kau kenang malam berbintang itu 

Saat kita duduk bersanding sebagai sepasang kekasih

Sangat erat, sangat dekat, sampai hati kita melebur dalam gelora cinta

Kau wanita cantik nan manja yang pernah kukenal

Semua tentangmu abadi selamanya

 

Ekspresi wajahmu, manja lagi esok masih kuingat

Kata pamit pisahku, mengelitik di kupingmu

Kataku, aku pergi tapi tuk kembali 

Sebab hanya mengais ilmu di tanah seberang

Tapi, sebetulnya aku tak mampu melepasku pergi bersama sunyi

Dan hidup bersama rindu yang menimbun

Kau pun demikian

Nyatanya aku dan barangkalu kau pun disiksa rindu masing-masing 

       

Melati, jujur aku masih dan sangat merindukan dirimu 

Dan ingin memaksa waktu kembali lagi pada detik itu

Sebab kau dan aku telah menjadi sepasang burung merpati

Yang pergi dan pulang selalu bersama

Tapi kini aku tak tau mengapa 

Hal itu mungkin tak akan pernah terjadi lagi 

 

Kita bisa menjadi seekor elang

Bertengger di ujung pohon namun sendirian

Sebab aku di sini pada tembok sunyi ini sapaan-Nya terasa amat lebih 

Suara dan gemuruh panggil-Nya menembusi bilik hatiku

 

Namun jika takdir mengikat kita

Maka biarkan waktu menghantarnya

Karena di sini masih ada rindu untukmu 

Juga sayang yang utuh padamu

 

Namun selebihnya aku sudah direbut oleh magnet cinta-Nya 

Cinta-Nya lebih dalam dari lautan dan lebih tinggi melebihi langit

Dan kuputuskan tuk menyusuri jejaknya

Izinkan aku mengatakan selamat tinggal cintaku

 

Oleh; Jefri Bere. Asal: Pulau Timor Atambua. Tinggal: Biara Rogationist-Ribang

Jefri Bere
Previous ArticleAku dan Kenangan Kita
Next Article Sabtu Kelabu: Antologi Puisi Yohanes Boli Jawang

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pilu yang Tidak Pernah Sembuh

3 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.