Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Ternyata Kau Seorang Frater: Antologi Puisi Theobaldus Wale
Sastra

Ternyata Kau Seorang Frater: Antologi Puisi Theobaldus Wale

By Redaksi15 Mei 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ternyata Kau Seorang Frater

Kau adalah hadiah terindah

Saat tatapan malam itu, bersentuhan mata

Sampai perkenalan menjadi kisah

Dan akupun Kembali membawa cerita

 

Sebab aku hanya mengenal namamu

Begitupun juga kau hanya mengenal namaku

Di gerbang Gereja engkau terlihat manis

Dan itu kau yang pernah berkenalan

 

Aku merana dengan semua rasa

Tapi sayang begitu sayang

Ternyata kau seorang frater.

Wudu, 25 Desember 2020

 

Kesunyian Biara

 

Entalah kini hanya tersisa rimba dan angin sepoi   

Di sela-sela pepohonan

Jendela yang tertutup rapat,

Dan keadaan-pun terasa sunyi

   

Doa dan masmur yang dilantunkan

Menjadi gelora dan irama yang selalu terdengar

Dalam menuntun hidupku yang rapuh ini

Lonceng kecil menjadi panggilan 

       

Saat sekian waktu ku berada dalam kekosongan

Lalu sendiri ditemani kesunyian yang begitu manja

Langkah kaki nan rapu menyusuri lorong kecil ini

Menuju kapela lalu berlutut di bawah tabernakel nan suci

Sembari mengucap syukur kepada Sang Kuasa

 

Dan di sana ada hati yang masih bersama rindu

Yang selalu ada disetiap waktu.

Sunyian malam tak kalah dengan hatiku

Yang selalu berdebar merindukan dekapannya

Dengan cinta tiada kompromi

Maka panggilan itu dapat kutemukan di setiap kesunyian

Saat kumemandang wajahnya yang begitu manis

Lalu aku menjawab ini aku Tuhan

Utuslah aku untuk menjadi pewarta Sabda-Mu

Engkaulah jalan kebenaran.

 Wailiti, 20 Juli 2019

 

Sesungguhnya Engkau Memanggilku

 

Lembut suaraMu menyapaku

Hangat kasihMu menyentuhku 

Sungguhkah engkau memanggilku

Jadi alat di tanganMu

   

Lonceng kecil menjadi panggilan 

Di setiap waktu doa menghampiri 

Di sini kusadari

Tuhan sungguh menyapaku dengan hal

yang paling sederhana ini

 

Namun berarti bagi jalanku kelak

Tuhan 

Bimbinglah aku pada jalan yang benar 

Dan luruskanlah jalan yang berliku

Katakanlah padaku Tuhan 

Kau adalah kekasih abadiku yang telah memanggilku

 

Dengan namaku sendiri

Dan kini aku menjawabMu Tuhan

Ini aku siap menjadi pelayan sabdaMu.   

Ribang, 14 Januari 2021

 

Theobaldus Wale berasal dari Boawae-Flores, NTT. Dia adalah mahasiswa STFK Ledalero, Tingkat I. Tinggal di Biara di Rogasionis-Maumere

Theobaldus Wale
Previous ArticleCerpen: Maryam
Next Article Cerpen: Nadia

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pilu yang Tidak Pernah Sembuh

3 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.