Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Setangkai Rindu: Antologi Puisi Yohanes Mau
Sastra

Setangkai Rindu: Antologi Puisi Yohanes Mau

By Redaksi22 Mei 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Setangkai Rindu

Setangkai rindu kau titip pada senja
cinta masih ada
Tak lekang oleh pergi
Di ujung senja kau gores tintamu
Tatapan dan senyum adalah cara jitu menakluk hati
agar cinta tidak terlalu jauh
menggembara ke lain hati.

Pada tangkai itu tersirat makna cinta
yang berhembus bersama angin
kabarkan kepada malam
cinta telah pergi
tiada lagi kehangatan
cukuplah sunyi terurai dalam mimpi
karena segalanya tinggal cerita.

Rindu patah tergores
pada setangkai senja
jangan sesali perjumpaan
karena di sana hanyalah benang merah
untuk gapai hari esok
berpisah jalan pulang
menuju cinta yang sebenarnya
esok aku kan kembali
nantikan setangkai rindu
bersemi di ladang hati.

Harare- Zimbabwe, 2020.

Hasrat

Rindu balut rasa
hanya berteman seberkas cahaya
menuju istana jiwa
tempat segala bahagia bersemi
hingga abadi.

Ilizwi Biclical Centre-Zimbabwe, 21/05/2021.

Memburu Hati

Sepanjang malam
aku berjalan tanpa henti
kemana, aku pun tak tahu
hingga saat ini kujunjung matahari,
aku terus jelajahi padang ilalang
dan semak belukar
memandang ke depan
jauh mata tak sanggup
aku tak menemukanmu
letih raga ini masih mencoba
namun itu pun tak sampai
ternyata jalan ini adalah jalan panjang menggapai hati
dan hatimu telah diambil,
dimiliki oleh yang lain

Lantas kemanakah aku akan pergi?
Aku tak tahu lagi
Aku lelah
Aku sendiri
Aku tak berdaya
Aku hanya bermodal hati sejuk
di ziarah fana menuju keabadian
Ah inilah nasibku

Zimbabwe, 21/05/2021.

Hampa

Setelah Senja
Sunyi hampiri hariku tanpa bisik
Aku tertinggal dan hanyut
Kenangan itu hadir dalam bayang sunyi
Tiada lagi nyanyian burung
temani lepas senja
Dan perginya adalah hampa
menyayat lara hingga tak berdaya
Di saku ini hanyalah sepeser koin
terterah gambar dan tulisan
aliran tinta rakus elite politik
beracun dan membunuh anak negeri
tanpa senjata dan nuklir

Sunyi itu dan setelahnya hanya hampa.

Ilizwi Biclical Centre-Zimbabwe, 18/05/2021.

Sapa Tanpa Cemburu

Gelap tanpa bulan dan bintang
anjing malam masih gonggong
mataku masih sayup-sayup
lupa tertutup
padahal saat itu telah tiba
catatan malam tergores
tentang tutup kisa bersama hari
pergi adalah abadi
hangatkan sukma di lubuk hati
melompat junjung langit
gelap pecah
mentari pagi sapa tanpa cemburu
bakar hingga tuntas
tunas baru bermekaran
tabir pancar sejuk tiada henti
bahkan nyanyian burung pun setia temani
anjing lupa berhenti gonggong
padahal tiada semilir
goyang dedaunan marula
matahari baru terbit
anjing malam itu pun tidur.

Plumtree -Zimbabwe, 20/05/2021.

Yohanes Mau adalah salah satu penulis buku Antologi Puisi, “Seruling Sunyi untuk Mama Bumi.” Kini ia sedang bertualang di Zimbabwe-Afrika

Yohanes Mau
Previous ArticleIzinkanlah Cinta Bersemi
Next Article Sebuah Perjalanan

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Rindu YBS Terkandas di Ujung Ranting Cengkih

5 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.