Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Anak Domba: Antologi Puisi Alex Buraen
Sastra

Anak Domba: Antologi Puisi Alex Buraen

By Redaksi28 Mei 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Alex Buraen, OAD, Bandung

Anak Domba

 

Sebelum wajar tersenyum

Embun masih tersisa pada dedaun

Hati mungkin masih dalam dunia mimpi

Layu dan tak berdaya

Kembali pada_Mu

Memberikan kesegaran dalam cinta

Tubuh dan Darah yang berharga

Biar ku mencintai_Mu tanpa batas

 

#Dari ruang sepi

Masih tentang Senja

 

Selepas senja

Malam kembali lagi

Hening dalam hempasan angin

Dengan hangatnya

Kusuguhi secangkir kopi

Imaji mulai candu

Hanya aku dan malam yang pekat

Sejenak melihat kembali melodi hidup yang pernah ada

Hari ini yang hampir berakhir

 

#Tentang Hidup

Bilik sepi

 

Di bilik-bilik sunyi

Bisik berisik

Katanya

Akh aku rindu!!!

Rindu pada hangatnya hening yang tak mau pergi

Berkali-kali kucoba membunuhnya

Katamu hanya ingin temu

Hening memberi selimut hangat

Kau tak inginkannya

Tapi aku ingin temu

 

#Rindu untukmu dari bilik sepi

 

Jejak

 

Jejak menghartarku pada ruang kosong

Kutanya lagi

Jejak siapa?

Di sudut itu

Aku mulai menemui mu

Kuambil

Ingin bersama_Mu s’lalu

 

Katamu

Bukan aku

Katamu

Aku hanya ingin engkau tahu 

Aku ingin mencintai_Mu

 

#Perlu perjuangan

Baru

 

ah…

kupejamkan mata

rasanya aku akan jatuh cinta

ya.. 

masih tentang jatuh cinta padamu

seketika aku dibawa berlabu

pada malam yang berselimut kabut

aku kembali di desa

apa sih rasanya jatuh cinta?

 

Malam semakin larut

Dingin semakin menusuk

Menusuk kalbu malam dingin pekat

Dingin semakin menusuk

Masih cinta

Datang tanpa undangan

Berlabuh untuk waktu yang lama

Lalu pergi

Dan lupa untuk pamit

Tapi 

Siapa yang membuat jatuh cinta?

Aku berbisik dalam dinginnya malam

Katanya

Puisi

Aku kembali pada sajakku

Puisi

#Cinta dan Puisi

 

Alex Buraen
Previous ArticlePentekosta: Antologi Puisi Yohanes Boli Jawang
Next Article Karena Kau yang Terindah

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.