Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Gagasan»Pancasila Sebagai Sarana Persatuan  Bangsa Indonesia 
Gagasan

Pancasila Sebagai Sarana Persatuan  Bangsa Indonesia 

By Redaksi31 Mei 20216 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yohanes A. Loni
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Oleh: Yohanes A. Loni

Dewasa ini pancasila  mungkin hanya dianggap sebagai suatu wacana. Hal ini terbukti dengan banyaknya konflik. Konflik yang sering terjadi adalah  ancaman persatuan  yang berasal dari luar Negeri maupun ancaman dari dalam bangsa sendiri. 

Bangsa Indonesia kita sekarang kurang memahami nilai-nilai Pancasila yang terjadi dalam sekat-sekat Primordialisme dan terpecah dalam berbagai golongan suku, ras, agama, dan kepentingan yang sempit. 

Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi generasi yang cerdas dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila  dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari. 

Jangan mudah diadu domba  oleh pihak-pihak tertentu yang ingin memecahkan persatuan dan kesatuan Bangsa demi kepentingan dan kelompok persatuan. 

Yang wajib diingat dan untuk dipahami adalah perjuangan yang telah dilakukan oleh pendahulu kita adalah perjuangan yang tidak singkat dan nyawa menjadi taruhan kemerdekaan untuk merebut persatuan dan kesatuan Negara Indonesia. 

Persatuan mesti wajib dihargai dan dibanggakan. Persatuan  menjadi suatu potensi memperkaya Indonesia sebagai Negara yang kaya. 

Secara bersama-sama kita menuju kepada dunia bahwa Indonesia tidak hanya dipuja-puja karena kekayaan alam dan tanahnya yang subur melainkan Indonesia memiliki Pancasila sebagai persatuan bangsa.

Pancasila Sebagai Sarana Persatuan Bangsa

Pancasila adalah dasar Negara Indonesia. Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila  bersumber pada keperibadian bangsa Indonesia. 

Dalam pertemuan tentang persatuan bangsa Mr. Supomo mendapat giliran mengemukakan pimikirannya dihadapan sidang BPUPKI pada tanggal 31 Mei 1945 (Sunarso, Pendidikan Kewarganegaraan (Jakarta: CV. Grahadi, 2008)

Ia memikirkan tentang masalah-masalah yang berhubungan dengan Dasar Negara Indonesia merdeka. Pemikiran dari Mr. Supomo  adalah Persatuan bangsa Indonesia yang menjadi asas pertama dalam mengusul dasar-dasar Negara Indonesia. 

Meskipun nilai-nilai juang dalam proses perumusan dasar negara Indonesia waktu itu belum terbentuk. Persatuan Indonesia secara gamblang menunjukan komitmen manusia Indonesia  bahwa pluralitas (suku, ras dan agama) merupakan dasar  yang kokoh  untuk membangun sebuah fundasi pemersatu bangsa.  

Sumpah pemuda pada tanggal 28 Otober 1928 merupakan cikal bakal terbentuknya komitmen bangsa untuk berbahasa satu, bertanah air satu dan berbangsa satu. 

Maka dari itu, pertikaian atas nama kepentingan suku, ras, dan agama yang terjadi pada saat ini tidak dapat dibenarkan, karena bertentangan dengan sila ketiga Pancasila secara implisit melawan faktum pluralitas yang ada di Indonesia. 

Jika terjadi suatu kejahatan yang di sebabakan oleh masyarakat bangsa  dalam bentuk  apapun di selesaikan oleh  Negara melalui aparat yang berwewenang seperti ABRI, Polisi, kejaksaan dan hakim.  

Kemajemukan bangsa Indonesia mau menunjukan kekayaanya dalam peradabanya sebagai suatu negara yang menjunjung tinggi nilai persatuan yang  tertera dalam dasar negara yaitu Pancasila. 

Salah satu peran Pancasila  adalah fungsinya dalam mempersatukan seluruh rakyat Indonesia menjadi bangsa yang berkepribadiaan serta menghargai sesama sebagai sesama bangsa tanpa pandang bulu (Moerdiano, et al., Pancasila sebagai ideologi(Jakarta:BP-7 Pusat,1990).

 

Penunjukan jati diri masyarakat menjadi hal terpenting karena dasar persatuan sebagai suatu hal yang amat penting untuk berjalan dalam dunia Pancasila yang bersorak untuk maju dalam ketakwaan terhadap Tuhan sebagai dasar tertinggi dari persatuan yang di bentuk. 

Menjadi suatu hal yang sangat penting bahwa kemajemukan pada masyarakat Indonesia dapat memicu sebuah kecelakan dalam tubuh persatuan tetapi akan menjadi hal yang gampang bila di serahkan pada suatu instansi yang dapat mempertemukan kembali persatuan dengan kehidupan masyarakat dalam hal ini memperbaiki persatuan menjadi suatu kedamaian hidup sehingga mewujudkan hubungan sosial yang baik. 

Hubungan ini termaktup dalam sila persatuan Indonesia  antara lain mencakup peningkatan pembinaan bangsa dan negara, sehingga memperkuat rasa kesetiakawanan dalam  memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.  Sila persatuan Indonesia  tidak dapat lepas  dari bagaimana menghargai  martabat, hak-hak, dan kewajiban yang sama bagi semua warga negara agar terhindar dari diskriminasi.  

Diskriminasi merupakan sumber perpecahan seperti diakui oleh Bung Hatta dan kawan-kawannya waktu mereka menghilangkan kata-kata yang dapat dirasakan sebagai mengandung unsur diskriminasi, sebelum teks yang didefenitif dari Pancasila dan UUD 45 di tetapkan pada tanggal 18 Agustus 1945. 

Masyarakat adalah sebagai motor penggerak untuk mewujudkan  Persatuan  agar sila persatuan dalam pancasila menunjukan jati diri yang bermanfaat. 

Maka dari itu apa yang sudah tertera dalam Pancasila untuk saling bersatu. Walaupun dalam sejarah perjuangan bangsa ini sering kali terjadi percecokan dalam berbagai pluralitas. 

Kata  Persatuan Menurut kamus Besar Bahasa Indonesia  1) Gabungan (ikatan, kumpulan,dsb) beberapa bagian yang sudah bersatu. 2) perserikatan, serikat. Kesadaran akan persatuan merupakan nasionalisme, demikian juga sebaliknya rasa nasionalisme menguatkan persatuan. 

Hubungan persatuan dengan rasa nasionalisme menjadi suatu rumpun dan semuanya bersumber pada dasar negara yaitu Pancasila itu sendiri, dan dasar dari persatuan dan nasionalisme merupakan pada suatu prinsip yang selaras. Prinsip selaras merangkul segenap masyarakat untuk berada pada zona persatuan. 

Perjalanan dalam sila persatuan banyak di temukan tantangan dan salah satu tantangan yang utama dalam pengalaman sila persatuan ialah dalam mengembangkan model pembangunan menuju keadilan sosial yang termuat dalam bidang- bidang tertentu antara lain: Di bidang politik,  mencapai suatu mufakat bahwa semua kekuatan sosial politik berasaskan pancasila untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa; Di bidang ekonomi, persatuan dan kesatauan bangsa di kembangkan melalui stabilitas ekonomi dalam pemerataan pembanagunan menuju pada suatu keadilan sosial; Di bidang sosial, dalam rangka pengamalan sila persatuan Indonesia harus di kembangkan model pembangunan dengan tidk melebarkan jurang- jurang sosial; Di bidang hukum, dalam rangka pengamalan sila persatuan perlu terus di kembangkan sistem hukum nasional yang berlandaskan Pancasila; Di bidang kebudayaan, sila persatuan berarti mengembangkan kebudayaan nasional yang memberikan landasan yang kokoh bagi persatuan dan kesatuan bangsa yang mengungkapkan kepribadian untuk bersaing dengan bangsa yang lain; Di bidang pendidikan, pengamalan sila persatuan berarti terus mengembangkan satu sistem pendidikan nasional sesuai dengan UUD 1945, untuk dapat bersaing dengan bangsa yang lain; Di bidang keagamaan,  pengamalan sila persatuan berarti bahwa harus maju dari toleransi, kebebasan dan kerukunan beragama bertanggung jawab bersama untuk mengembangkan landasan moral, etik dan spiritual yang kokoh; Di bidang pertahanan keamanan, pengamalan sila persatuan berarti menjamin keamanan dari setiap warga negara dari seluruh nusantara, untuk mengambil bagian dalam usaha pembelaan negara sesuai dengan pasal 30 UUD 1945.

Persatuan bangsa adalah  hal yang menjadi kerinduan serta menjadi dasar dalam berbangsa. Hal itu juga tercermin dalam kedelapan bidang bahwa sila persatuan yang berdasar pada UUD 1945 menjadi impian bagi segenap masayarakat. 

Yang menjadi bagian dari pancasila terkhusus bagi masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan untuk menciptakan manusia yang berlangkah berdasarkan asas pancasila. 

Walaupun menemukan kesulitan untuk menggapai suatu keselarasan hidup melalui pergumulan hidup berdasarkan dasar negara Indonesia yaitu Pancasila.  

Negara Indonesia adalah negara yang memiliki pluralitas yang berbeda-beda. Dalam perbedaan menunjukan kemajemukan peradaban manusia dalam suatu negara.

Dan, ini akan tercipta suatu kesejahteraan jika semua masyarakat khususnya Indonesia harus berpegang teguh pada dasar negara yaitu Pancasila untuk meredam segala kejahatan dalam tubuh persatuan itu sendiri. 

Selamat merayakan hari lahirnya Pancasila-1 Juni. 

****

Yohanes A. Loni berasal dari Manggarai Timur. Dia tinggal di Maumere dan Anggota PMKRI Cabang Maumere

 

Yohanes A. Loni
Previous ArticleParade Kebangsaan Sambut Hari Lahir Pancasila
Next Article Pemuda di Mabar yang Nekat Bakar Rumah Orangtuanya Tidak Diproses, Begini Penjelasan Polisi

Related Posts

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026
Terkini

Pemda Manggarai Minta Penghuni Kosongkan Stan Penjual Tuak di Pasar Reo

7 Maret 2026

Satgas Pangan Sidak Pasar, Pastikan Stok Aman dan Harga Stabil di Labuan Bajo Jelang Idul Fitri

7 Maret 2026

Ketua PSSI Manggarai Barat Buka O2SN Gugus 04 Namo di Lembor Selatan

7 Maret 2026

Kisah Nangadhero, Desa Pesisir di Nagekeo Tempat Petani dan Nelayan Menjaga Harmoni

7 Maret 2026

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.