Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Figure»Pernikahan Mario Pranda dan Stevi Harman: Peristiwa Sakral yang Sarat Nilai Sosial
Figure

Pernikahan Mario Pranda dan Stevi Harman: Peristiwa Sakral yang Sarat Nilai Sosial

By Redaksi10 Juni 20253 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Pasangan Mario Pranda dan dr. Stevi Harman (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, VoxNTT.com — Pernikahan politisi muda Mario Pranda dan dr. Stevi Harman pada Sabtu, 7 Juni 2025, bukan sekadar momen bahagia dua insan yang dipersatukan dalam ikatan suci.

Bagi banyak orang, terutama masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), peristiwa ini menjadi simbol kuat tentang nilai, akar, dan arah hidup.

Meski digelar di Jakarta, pemberkatan pernikahan dipimpin oleh RD. Felix Jawa, Pastor Paroki Maria Diangkat ke Surga Wonda, Keuskupan Agung Ende—sebuah pilihan yang menyimpan pesan mendalam.

“Kami ingin memulai pernikahan ini dengan semangat kesetaraan dan kedekatan dengan akar,” ujar dr. Stevi Harman, putri sulung politisi nasional Dr. Benny K. Harman.

Keputusan untuk menghadirkan Pastor Felix dari Paroki Wonda, sebuah wilayah terpencil di Kecamatan Ndori, Kabupaten Ende, bukan semata keputusan seremonial.

Mario dan Stevi melihatnya sebagai refleksi nilai-nilai yang mereka anut.

Paroki Wonda dikenal dengan medan yang menantang dan umat yang hidup dalam kesederhanaan.

Mayoritas penduduknya adalah petani yang tinggal jauh dari gemerlap pusat kota.

Justru dari tempat seperti inilah, Mario dan Stevi merasa menemukan makna paling jujur untuk memulai hidup bersama.

“Kami percaya, nilai seperti kesetiaan, pengorbanan, dan kesederhanaan nyata dalam kehidupan para gembala kecil seperti Pastor Felix,” kata Mario Pranda, putra dari Drs. Wilfridus Fidelis Pranda, Bupati pertama Manggarai Barat.

Pernikahan ini juga menjadi momen refleksi atas warisan politik yang mengalir dalam darah keduanya.

Mario dan Stevi berasal dari keluarga yang lekat dengan dunia politik. RD. Felix dalam khotbahnya menyinggung bagaimana latar belakang tersebut semestinya menjadi bekal, bukan sekat.

“Darah politik dari Bapak Benny dan Bapak Fidelis membentuk kalian untuk semakin kaya dalam kasih kepada Tuhan dan sesama, terutama kepada mereka yang terlupakan,” ucap Pastor Felix.

Stevi, yang sejak kecil menyaksikan dinamika panggung politik nasional, menyadari bahwa esensi pelayanan publik adalah keberpihakan.

“Bukan di gedung-gedung tinggi kita belajar tentang pelayanan, tapi di tanah yang dilalui rakyat setiap hari,” ujarnya.

Mario dan Stevi menyadari bahwa sebagai figur publik, setiap langkah mereka akan disorot. Namun justru karena itu, mereka merasa perlu memulai rumah tangga dengan pijakan yang kuat—berlandaskan nilai dan komitmen sosial.

“Ini bukan hanya tentang dua keluarga, tapi tentang arah hidup. Kami ingin berpihak pada rakyat, bukan sekadar memamerkan simbol kekuasaan,” tegas Mario.

Bagi pasangan ini, pernikahan adalah langkah awal dari sebuah perjalanan panjang.

Bukan hanya menuju kehidupan rumah tangga, tetapi juga dalam menjalani misi politik dan sosial yang lebih besar, melayani dan hadir di tengah rakyat.

“Intinya harus ada kasih. Tanpa kasih, hidup ini hambar, tidak ada rasa,” tutup RD. Felix.

Kontributor: Andy Tandang

Christo Mario Y. Pranda Maria Caecilia Stevi Harman Mario Pranda Stevi Harman
Previous ArticleKetika Tombak Menjadi Simbol Persatuan: Menelusuri Makna Pasola di Kodi
Next Article Kasus Eks Kapolres Ngada, APPA NTT: Penegakan Hukum Harus Tanpa Pandang Bulu

Related Posts

Sepekan Pascagempa, Armada Kemanusiaan BKH-Stevi Harman Tak Henti Mengirim Bantuan Susulan

23 Agustus 2026

Stevi Harman Salurkan Bantuan ke 22 Kampung Terdampak Gempa di Reok dan Reok Barat

23 Agustus 2026

Menjangkau yang Belum Tersentuh, BKH-Stevi Harman Salurkan Ratusan Paket Sembako di Kecamatan Rahong Utara

20 Agustus 2026
Terkini

Ibu Hamil Meninggal Usai Jalani Operasi Caesar di RSUD Borong, Keluarga Soroti Penanganan Medis

1 September 2026

JPIC OFM Indonesia Bawa Misi “Tembus Pelosok” Salurkan Bantuan Pascagempa Flores

1 September 2026

SBD Peduli Flores: Merawat Persaudaraan di Tengah Duka

1 September 2026

Membangun Ekosistem Sepak Bola Indonesia: Dari Pembinaan Usia Dini menuju Prestasi Dunia

1 September 2026

Paulina Jau Meninggal Usai Gempa Susulan M 6,0 di Manggarai Timur

1 September 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.