Ruteng, VoxNTT.com – Guncangan gempa tektonik berkekuatan 7,7 magnitudo pada Sabtu, 15 Agustus 2026, meninggalkan trauma dan kerusakan infrastruktur di sejumlah wilayah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Di tengah penanganan darurat, warga di sejumlah pelosok desa menghadapi ancaman kekurangan pangan dan krisis kesehatan akibat akses transportasi yang terputus.
Anggota DPD RI asal Nusa Tenggara Timur, dr. Maria Stevi Harman, bergerak menyalurkan bantuan kepada warga terdampak yang berada di wilayah terisolasi.
Pada 17 hingga 18 Agustus 2026, Stevi menyisir medan terjal untuk menyalurkan ratusan paket sembako dan logistik darurat ke 22 kampung di Kecamatan Reok dan Reok Barat.
Bantuan tersebut disalurkan berdasarkan pemetaan kebutuhan masyarakat terdampak di lapangan. Logistik yang dibawa meliputi beras, air minum, makanan siap saji seperti ikan kaleng, pakaian layak pakai, paket P3K, serta vitamin.
Distribusi bantuan dilakukan secara door-to-door dengan melibatkan relawan lokal untuk memastikan bantuan diterima warga yang membutuhkan.
“Fokus utama kami adalah memastikan penanganan pasca-gempa bergerak cepat dan presisi. Bantuan tidak boleh menumpuk di pusat kota. Warga di anak kampung justru yang paling rentan karena aksesnya terputus,” ujar dr. Stevi Harman di sela-sela aksi kemanusiaan tersebut.
Menurut Stevi, warga yang berada di wilayah terpencil memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perlindungan dan bantuan dalam penanganan bencana.
“Setiap warga NTT memiliki hak yang sama atas perlindungan dan bantuan penanggulangan bencana dari negara. Kami di DPD RI akan terus mengawal proses pemulihan ini agar seluruh posko, sekecil apa pun, mendapatkan perhatian yang adil,” tegasnya.
Penyaluran bantuan di Reok dan Reok Barat menjadi bagian dari aksi tanggap darurat Stevi Harman untuk menjangkau wilayah lain yang masih terisolasi di Pulau Flores hingga proses pemulihan pascagempa selesai.
Penulis: Herry Mandela

