Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HEADLINE»Mahasiswa Kecam Pernyataan Kader PDIP, Yeskiel Loudoe: “Ngaku Nasionalis kok Paling Rasis”
HEADLINE

Mahasiswa Kecam Pernyataan Kader PDIP, Yeskiel Loudoe: “Ngaku Nasionalis kok Paling Rasis”

By Redaksi2 Juni 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Sara (AMPAS) Kupang menggelar aksi demontrasi di Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu, 2 Juni 2021 (Foto : VoxNtt. Com/Tarsi Salmon)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, VoxNtt. Com – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Sara (AMPAS) Kupang menggelar aksi demontrasi di Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (02/06/2021).

Mereka terdiri dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), PMKRI Cabang Kupang, ITAKANRAI, PERMASNA, PERMAI, HM3T, IMMALA Kupang.

Aksi ini merupakan buntut dari pernyataan kontroversi Ketua DPRD Kota Kupang yang juga kader PDIP, Yeskiel Loudoe. Para mahasiswa menilai Yeskiel melontarkan pernyataan yang membeda-bedakan suku, ras dan agama (SARA).

Rekaman berbau (SARA) itu menyebar di publik sejak Sabtu, 29 Mei 2021 lalu. Rekaman suara ini pun memantik sejumlah perdebatan. Sebab, pemilik suara menyinggung suku dan agama tertentu; Flores dan Katolik. Belakangan diketahui suara itu diduga kuat dilontarkan Yeskiel.

Pantaun VoxNtt. Com, aksi demontrasi itu dimulai dari Marga PMKRI Cabang menuju Kantor Polda NTT. Massa aksi juga membentangkan sejumlah spanduk, salah satunya bertuliskan “Ngaku Nasionalis Kok Paling Rasis”

Salah satu spanduk aksi AMPAS Kupang

Koordinator Umum Aksi, Rino Solla mengatakan pada hakekatnya tujuan aksi ini berkaitan dengan rekaman suara yang berbau SARA yang diduga dilontarkan oleh Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe.

Aksi itu juga tegas Rino, mendesak Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk sesegera mungkin melakukan upaya hukum karena Ketua DPRD Kota Kupang merupakan pejabat publik untuk mengedepankan tindakan hukum

“Daripada kita membiarkan hal ini dan terjadi bias sosial. Secara kehidupan bermasyarakat maupun dalam media sosial,” tegas Rino kepada wartawan disela-sela aksi itu.

Presidium Gerakan Kemasyarakatan (Germas) PMKRI Cabang Kupang itu menegaskan, Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Sara (AMPAS) Kupang menyikapi hal ini menjadi hal yang urgen, karena pada nyatanya teriakan-teriakan NTT tinggi toleransi akan berubah menjadi nusa tinggi intoleransi.

“Itu yang kita takutkan. Harapan kami bahwa dengan hal ini supaya tidak terjadi lagi oknum-oknum atau tokoh-tokoh yang berani mengobrak-abrik kehidupan pluralisme yang terjadi di Kota Kupang, yang dikatakan Kota Kasih, ” tegasnya

Ia juga berharap Polda NTT dalam hal ini tim cybernya lebih pro aktif untuk menilai dan melihat perkembangan-perkembangan kehidupan di dunia maya (Medsos)

“Karena banyak ujaran-ujaran kebencian pasca pernyataan ini. Kita berharap polda NTT bisa bersinergi untuk menuntaskan permasalahan ini agar tidak membias ke isu-isu yang lainnya, ” tegasnya lagi

Terkait tulisan di sepanduk yang bertulis “Ngaku Nasionalis Kok Paling Rasis”, Rino mengatakan maksud dari tulisan itu karena yang melontarkan pernyataan berbau SARA itu berasal dari salah satu partai yang diidentik dengan Nasionalis.

“Menurut saya, ini yang sangat disayangkan dan lucu bagi kami, karena yang notabene selama ini selalu berteriak menuduh orang taliban, menuduh orang komunis, menuduh orang rasis, ternyata kader-kadernya yang selalu mengedepankan nilai-nilai nasionalis, kok ada kader yang dilahirkan seperti ini. Kami sangat menyayangkan. Ini menjadi refleksi panjang juga bagi rumah tempat dia berteduh, “pungkasnya

Pernyataan Sikap

Selain memantau aksi, VoxNtt.com juga memperoleh pernyataan sikap tertulis Aliansi Mahasiswa Pemuda Anti Sara (AMPAS) Kupang, yang isinya yakni:

Pertama, Mendesak Polda NTT untuk segera menanggapi polemik ini agar tidak membias

Kedua, Mendesak Polda NTT untuk segera Menertibkan akun-akun yang berpotensi provokatif di media social.

Ketiga, Mendesak Polda NTT untuk segera mengusut tuntas rekaman suara yang berbau SARA yang diduga Ketua DPRD Kota Kupang.

 

Penulis : Tarsi Salmon

Editor : Irvan K

AMPAS Ketua DPRD Kota Kupang Kota Kupang
Previous ArticleTolak Geotermal, PERMMABAR Kemukakan Sejumlah Alasan Hingga Soroti Sikap Legislatif yang Inkonsisten
Next Article Sikap Wabup Stef Jaghur Disebut Plin-Plan Atas Lokasi Tanah Bandara di Tanjung Bendera

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.