Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Tinjau SMKN 3 Komodo, Dirjen Wikan Sakarinto Terkejut dengan Jumlah Calon Peserta Didik yang Mendaftar
Pendidikan NTT

Tinjau SMKN 3 Komodo, Dirjen Wikan Sakarinto Terkejut dengan Jumlah Calon Peserta Didik yang Mendaftar

By Redaksi20 Juni 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikburistek), Wikan Sakarinto saat meninjau SMKN 3 Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), NTT, Minggu (20/06/2021)(Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikburistek), Wikan Sakarinto meninjau SMKN 3 Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), NTT Minggu (20/06/2021).

Kehadiran Dirjen Wikan ke SMKN 3 Komodo didampingi oleh Direktur Politeknik elBajo Commodus Prof. I Putu Astawa dan Ketua MKKS SMK Kabupaten Manggarai Wilhelmus Bastian.

Plt. Kepala SMKN 3 Komodo Hortensia Herima menjelaskan, jumlah peminat SMKN 3 Komodo yang mendaftar saat ini sudah mencapai 172 orang calon siswa, dan masa PPDB masih belum selesai.

Meskipun baru diresmikan pada 21 Mei 2021 yang lalu, SMKN 3 Komodo, kata Hortensia, bisa langsung memiliki kerja sama yang terjalin dengan dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja (DUDIKA) di sekitarnya khususnya di bidang pariwisata.

“Saat ini kami didukung oleh 30 pengajar yang beberapa di antaranya memiliki latar belakang profesional di industri yang siap mendidik dan melatih calon peserta didik SMK,” kata Hortensia.

“Kami juga telah merintis kolaborasi kerja sama dengan beberapa hotel ternama di Labuan Bajo untuk link and match, yakni Hotel La Silvia, Sudamala, Jayakarta, Bintang Flores, La Prima dan juga Politeknik El Bajo sebagai Perguruan Tinggi pendamping kami,” tambahnya.

Menanggapi itu, Dirjen Wikan terkejut dan bersyukur dengan animo peminat SMKN 3 Komodo yang sudah langsung mencapai 172 orang.

“Walaupun baru berdiri, SMK ini didampingi oleh kakak pembina yaitu Politeknik elBajo Commodus dan SMK lainnya khususnya SMK Pusat Keunggulan di NTT yaitu SMK Sadar Wisata yang sudah maju,” ujar Wikan.

“SMK yang sudah maju, harus mengimbaskan dan melatih SMK lainnya,” lanjut Wikan.

Wikan mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi NTT dan berharap semakin kuat bersinergi bersama Pemerintah Pusat untuk membangun Pendidikan SMK dan vokasi di daerah.

“Kalau Labuan Bajo mau maju pesat sebagai destinasi pariwisata kelas dunia, ya SDM-nya ayo digarap makin serius dan disiapkan agar terampil dan kompeten, serta inovatif, sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia kerja. Istilahnya, link and super match. Tidak bisa tidak,” tegas Wikan.

Oleh karena itu kata Wikan, tiga bidang keahlian yang dibuka di SMKN 3 Komodo ini yakni Wisata Bahari dan Ekowisata, Seni Tari, dan Kriya Tenun, sangat relevan dengan sektor industri pariwisata dan hospitality.

“Kita berharap SMK ini meski masih baru, sudah mampu membangun link and match dengan DUDIKA (dunia usaha, dunia industri dan dunia kerja). Dan harus punya visi menciptakan wirausaha-wirausaha seni dan pariwisata yang hebat ke depannya. Jangan cuma bervisi mencetak pencari kerja,” pinta Wikan.

Selain itu kata dia, kunci dan indikator utamanya yaitu softskills dan karakter hebat lulusan SMK.

“Jadi guru-guru SMK harus mau berubah, jangan gitu-gitu aja di dalam mengajari siswa-siswa. Guru SMK ‘zaman now’ harus mampu memainkan peran kadang-kadang sebagai teacher,mentor,coach, motivator, atau sebagai fasilitator project-based learning yang proyeknya didapatkan dari industri dan dunia nyata,” tutupnya.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Mabar Manggarai Barat SMKN 3 Komodo
Previous ArticleKasus Dugaan Penghinaan Bupati Edi Endi, Polisi Periksa Sejumlah Saksi Ahli
Next Article Lenggak-Lenggok Dirjen Diksi Saat Memperagakan Tarian Caci di SMKN 3 Komodo

Related Posts

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026

Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

5 Maret 2026

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.