Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola
Pendidikan NTT

Seminari Pius XII Kisol Susun Renstra 2026–2031, Fokus pada Penguatan Kesehatan, Gizi, dan Tata Kelola

By Redaksi5 Maret 20262 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Penyerahan draf dokumen Renstra Sanpio 2026-2031 kepada pihak Keuskupan Ruteng oleh Tim Penyusun Unika St. Paulus Ruteng (Foto: HO)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, VoxNTT.com – Memasuki usia tujuh dekade, Seminari Menengah Pius XII Kisol (Sanpio) melakukan lompatan sejarah dengan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan Rencana Strategis (Renstra) periode 2026–2031. Kegiatan tersebut berlangsung di aula seminari di Kisol pada Jumat, 27 Februari 2026.

FGD ini melibatkan tim penyusun Renstra dari Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng.

Mewakili tim penyusun, Marianus Mantovanny Tapung mengatakan forum tersebut menjadi momentum penting untuk merancang masa depan lembaga pendidikan calon imam yang mandiri, profesional, dan relevan dengan tantangan zaman.

Mantovanny mengatakan kualitas capaian Sanpio selama ini tercatat sangat unggul dalam aspek spiritualitas dan intelektual (Sanctitas dan Scientia). Namun, menurut dia, masih terdapat kerentanan pada beberapa aspek lain.

“Namun menunjukkan kerentanan pada aspek kesehatan, gizi, serta tata kelola keuangan (Sanitas dan Sapientia),” kata Manto Tapung sapaan akrabnya kepada VoxNtt.com, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menjelaskan data menunjukkan adanya titik kritis pada kualitas gizi dengan nilai rata-rata 3,09 dan mitigasi risiko fiskal dengan nilai rata-rata 2,57.

Menanggapi temuan tersebut, kata Manto Tapung, para peserta FGD melakukan pendalaman kelompok terhadap draf dokumen Renstra setebal sekitar 300 halaman yang memuat visi, misi, serta sasaran strategis lembaga.

Forum tersebut juga secara resmi mengonfirmasi gagasan transformasi dari paradigma “Asketisme Konvensional” menuju “Humanis Adaptif”. Paradigma baru ini mengusung visi besar “Sanpio Mandiri Lembaga, Kuat Jiwa Raga, Resilien Panggilan”.

Sejumlah kebijakan strategis yang diperkuat dalam FGD itu antara lain humanisasi infrastruktur, standarisasi gizi seimbang, peningkatan akses air bersih, serta penyediaan layanan kesehatan mental profesional.

Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng, Pater Sebas, dalam arahannya menegaskan, proses tersebut merupakan wujud Discernment Eklesial atau tindakan iman Gereja.

“Perencanaan strategis ini bukan sekadar tugas manajerial, melainkan tanggung jawab rohani untuk memelihara anugerah panggilan di tengah tanda-tanda zaman,” kata Pater Sebas.

Ia menjelaskan setelah melalui fase validasi publik dalam FGD tersebut, dokumen Renstra akan dipresentasikan di hadapan Kuria Keuskupan Ruteng sebagai bagian dari proses pengesahan eklesial.

Melalui siklus transformasi Build, Grow, dan Prove, Sanpio optimistis dapat melahirkan calon imam yang tidak hanya cerdas dan suci.

“Tetapi juga tangguh secara fisik dan matang secara psikososial demi pelayanan kemanusiaan yang lebih luas,” pungkasnya.

Penulis: Isno Baco

Manto Tapung Mantovanny Tapung Seminari Kisol Seminari Pius XII Kisol
Previous ArticlePerjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke
Next Article Renstra 2026–2031 Jadi Momentum Pembenahan Seminari Pius XII Kisol

Related Posts

SDN Cipedak 01 dan SMP IL Kapten Fatubaa Wakili Indonesia di Ajang AIA Healthiest Schools Asia Pasifik 2026

2 Juni 2026

“Dari Benih ke Pohon”, SMK Negeri 3 Komodo Terus Tumbuh di Usia yang ke-6 Tahun

21 Mei 2026

Bedah Buku “Gigih” Warnai Puncak Expo Pendidikan Manggarai Timur

11 Mei 2026
Terkini

Menteri Transmigrasi RI Serahkan Bantuan Sembako untuk Masyarakat Translok di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Alarm dari Kupang: Reformasi Radikal Pengendalian PAD

4 Juni 2026

Pemkab Manggarai Barat Usulkan Satgas Perizinan untuk Perkuat Pengawasan Usaha

4 Juni 2026

Menteri Transmigrasi RI Tinjau Pembangunan Sanitasi dan Lokasi HPL di Manggarai Barat

4 Juni 2026

Kejari Manggarai Barat Pulihkan Kerugian Negara Rp2,09 Miliar dari Dua Kasus Korupsi

4 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.