Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kasus Keranga: Veronika Syukur Divonis 7,6 Tahun Penjara dan Denda Satu Miliar
HUKUM DAN KEAMANAN

Kasus Keranga: Veronika Syukur Divonis 7,6 Tahun Penjara dan Denda Satu Miliar

By Redaksi5 Juli 20211 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Sidang pembacaan putusan majelis hakim kepada terdakwa Veronika Syukur di Kantor Pengadilan Tipikor Kupang, Senin, 05 Juli 2021
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang Vox NTT-Sidang putusan majelis hakim atas kasus korupsi pengalihan aset Pemda Mabar di Keranga, Kelurahan Labuan Bajo, Kecamatan Komodo kembali digelar di
Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Kupang, Senin (05/07/2021).

Sidang tersebut dengan agenda pembacaan putusan kepada terdakwa Veronika Syukur.

Sidang dipimpin Majelis Hakim Wari Juniati, SH., MH dan anggota masing-masing, Teddy Windiartono, SH., MH dan Ibnu Kholik, SH., MH.

Majelis hakim dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa Veronika Syukur terbukti secara sah dan menyakinkan dalam dakwaan ke satu primair, Pasal 2 ayat (1) UU TPK.

“Menghukum terdakwa Veronika Syukur dengan pidana penjara 7 tahun 6 bulan dan denda sebesar 1 M subsider pidana kurungan 3 bulan,” demikian bunyi putusan hakim.

Terdakwa Veronika Syukur diharuskan membayar UP 650 juta dengan ketentuan harus dibayar dalam waktu 1 bulan setelah putusan. Jika tidak dibayar maka akan dilakukan pelelangan.

Namun jika harta bendanya tidak mencukupi maka diganti dengan pidana penjara 3 tahun.

Selanjutnya, masa tahanan terdakwa dikurangi dari penahanan dan terdakwa tetap dalam tahanan.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Kupang Kejati NTT Mabar Tanah Keranga
Previous ArticleSampai Titik Darah Penghabisan Warga Menolak Pembangunan Bendungan Kolhua
Next Article Persoalan Anggaran Masih Meliliti PDAM Belu

Related Posts

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026

IPSI Manggarai Barat Lepas Delapan Atlet ke Kejurda Pencak Silat NTT di Ruteng

24 Juni 2026

Mantan Kadis DP3AKB Manggarai Timur Diperiksa Kejari Manggarai Terkait Dugaan Korupsi Anggaran

22 Juni 2026
Terkini

Tewas dengan Enam Luka Tembak, Kasus Marselinus Ngala Mesti Jadi Pelajaran Bawaslu

27 Juni 2026

Tiga Tahun Tak Kunjung Diperbaiki, Jembatan Pomakeke Masih Jadi Langganan Pencitraan Politik

26 Juni 2026

KemenHAM Serap Aspirasi Warga dalam Sosialisasi Penguatan HAM di Tiga Desa Manggarai Raya

25 Juni 2026

Julie Laiskodat Sumbang Rp100 Juta untuk MTQ Tingkat Provinsi NTT di Nagekeo

25 Juni 2026

Rutan Kupang Siap Serahkan Rekaman CCTV Terkait Dugaan Suap terhadap Saksi Kasus Jaksa Peras Kontraktor

24 Juni 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.