Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Inilah Musimnya: Antologi Puisi Yohanes Mau
Sastra

Inilah Musimnya: Antologi Puisi Yohanes Mau

By Redaksi17 Juli 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yohanes Mau
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Inilah Musimnya

Malam dan hari menangis tiada henti
Air mata basahi hati-hati
Aku hanya manusia penuh lumpur
berkaki telanjang
mengitari bumi pelataran suci ini
sandiwara belum selesai
masih layakkah aku di hadiratMu?

Waktu saja tidak pernah bosan
hati ini mendua
ingin berpaling
namun Tuhan tak pernah tidur
Cinta tidak membias lagi
pada saluran hidup
aku hanya diam
aku yakin hidup ini ada
dan tak akan lenyap
yang lain boleh pergi
inilah musimnya

Nketa-Zimbabwe, 11/07/2021.
Yohanes Mau

Ingin Setia

Jalan ini nampak sunyi
tubuhku letih terbakar sengatan matahari
Senyum percik tak ada di sana
Kota ini pun masih suci
seperti yang dulu.

Jalan ini nampak sunyi
tak terlihat ujungnya
entalah sampai di mana
aku tak tahu,
Aku juga tidak tahu entah sampai kapan
buku ziarah ini selesai dibaca

Jalani saja hingga napas selesai
bahkan sampai di surga pun
hasratku ingin setia di jalan ini,
jalanan sunyi tanpa bising.

Ilizwi Biclical Centre-Zimbabwe-Africa, 28/06/2021.
Yohanes Mau

Rahasia Terdalam

Aku mencintaimu tanpa batas
tiada harap balas
cinta menetes dari tabor menuju lembah
dari mata bermuara di hati
rangkul hangat di segala musim
bahkan kala musim dingin enggan pergi pun Ia setia jelajahi rahasia terdalam
menuju hidup tempat segala indah bersemi

Ilizwi Biclical Centre-Zimbabwe-Africa, 14/07/2021.
Yohanes Mau

Jangan Pergi Lagi

Musim-musim ini datang dan pergi
dalam waktu yang tak menentu
namun engkau datanglah
Inginku engkau jangan pergi lagi
Tinggallah di sini
di dalam laraku ini
agar kelak mengalirkan sejuk cinta
hingga relung-relung yang tak terjamah

Riverside-Zimbabwe, 05/07/2021.
Yohanes Mau

Penulis adalah warga Lamaknen- Belu Utara-NTT- Indonesia. Pemerhati masalah kemanusiaan. Kini sedang bertualang di Zimbabwe-Afrika

Yohanes Mau
Previous ArticleArkeologi Cinta 
Next Article Warga Kecewa dengan Gubernur NTT Soal Perlakuan Terhadap Jenazah Covid-19

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Rindu YBS Terkandas di Ujung Ranting Cengkih

5 Februari 2026
Terkini

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.