Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Di Sini Hanya Ada Lima Roti Jelai dan Dua Ikan
Sastra

Di Sini Hanya Ada Lima Roti Jelai dan Dua Ikan

By Redaksi30 Juli 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*Sajak Yohanes Boli Jawang

Di Sini Hanya Ada Lima Roti Jelai dan Dua Ikan

 

Ada cemas

Ada gelisah,

Ada kekhawatiran

Ada kesedihan,

Ada kegelisahan,

Ada keputus asaan,

Bahkan ada kegagalan, 

Dan masih banyak lagi

 

Mungkin aku akan berkata”

 

“Tuhan aku hanya punya sedikit, sehingga aku tidak bisa memberi. Bahkan hidupku selalu dipenuhi hal yang tidak enak”

 

Tuhan tidak pernah tidak pernah bertanya berapa banyaknya, 

Tapi bagaimana kesediaan tanpa ada rasa takut dan sebagainya.

Itu saja,

 

Bahwa Tuhan itu baik, 

Bagaimana dengan saya dan kita?

 

Rosario, 

Ditangan kugenggam manik-manik, 

Berujung salib kecil,

Didepan tangan Buda terkatup,

Ceriah menatap,

 

Aku malu,

Perlahan menunduk,

Ku mulai melafalkan doa penuh khusuk,

 

Bundaku, 

Maafkan aku yang terlalu berdosa,

 

#Sore itu, 

Di bukit Doa St. Yosep, Ada Tempat Berdoa Rosario

 

Kepada Yang Terkasih 

Emili, 

 

Bila waktu sudah hampir lupa,

Dengan jarak yang masih menyiksa,

Sehingga rindu hampir saja terbunuh,

Sebelum semuanya jadi kisah,

Masih ingatkah kau akan hujan pertama?

Saat kita mulai menabur rindu

Katanya” kita ingin menuia janji dalam cinta”

Tapi sayangnya,

Saat musim menuai telah usai,

Kita masih saja terhalang waktu,

Emili,

Lalu kita mulai coba menghadirkan hayal,

Memadu rindu di antara belantara imaji,

Dan kita mulai lelah,

Emili,

Cinta sudah menjadi tanda 

Ada rasa yang ingin menyatu,

Tapi maaf,

Pilihan kita berbeda,

 

Tertanda, 29/07/2021

Yang selalu merindukanmu,

 

Laudes

Pagi-pagi benar

Seakan membangunkan Tuhan,

Tapi ternyata Tuhan sudah mendahuli kami

***

Saat itu embun akan pergi jadi uap

Dan dingin yang akan berubah jadi hangat

Aku sudah di sana,

 

***

Nada pembuka memecah keheningan

Lalu bait demi bait ku lantunkan

Sahut-menyahut menyambut pagi

Hingga akhirnya

Ku tutup dengan syair Amin,

 

26/07/2021

Di Ruang Atas,

 

Bersua di Beranda

 

Realitas sudah membelenggu

Dan kita terhenti dipertengahan jalan

Ada penantian,

Lalu kita masuk beranda

Di sana ada sajak

Kutemukan simpul rindu di antara sajak-sajakmu

Tersenyum bersamamu

 

Yohanes Boli Jawang asal Lembata, Mingar-Atanalle. Tinggal di Biara OAD Bandung

Yohanes Boli Jawang
Previous ArticleJelang Pemilu 2024, Bawaslu Manggarai Lakukan Sejumlah Persiapan
Next Article Terkonfirmasi Positif Covid-19, Dokter Spesialis Jantung Sarankan Uskup Ruteng Jalani Perawatan di Jakarta

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pilu yang Tidak Pernah Sembuh

3 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.