Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»KOMUNITAS»Kelompok Janda di Lamba Leda Utara Panen Raya Sorgum
KOMUNITAS

Kelompok Janda di Lamba Leda Utara Panen Raya Sorgum

By Redaksi9 Agustus 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Panen raya simbolis sorgum dilakukan oleh Camat Lamba Leda Utara Agus Supratman, Pastor Marsel Hasan dan Kepala Desa Satar Padut Fabianus Kabun, serta undangan lainnya, Senin (09/08/2021) (Foto: Agus Supratman)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT- Kelompok janda di Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara (LAUT), Kabupaten Manggarai Timur menggelar panen raya perdana tanaman sorgum, Senin (09/08/2021).

Para janda sebanyak 27 orang ini bernaung di bawah kelompok ‘kerja tanam sorgum organik’. Sebelumnya mereka menanam sorgum di kebun contoh penangkaran benih
tanaman hortikultural seluas 1 hektare milik Paroki St. Petrus dan Paulus Dampek.

Panen raya simbolis sorgum dilakukan oleh Camat Lamba Leda Utara Agus Supratman, Pastor Marsel Hasan dan Kepala Desa Satar Padut Fabianus Kabun, serta undangan lainnya.

Penangkaran benih sorgum organik yang merupakan program pihak Keuskupan Ruteng tersebut direncanakan sebagai pusat benih budi daya sorgum di Lamba Leda Utara, selanjutnya disebarkan ke wilayah lain.

Pelaksanaannya bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Lamba Leda Utara melalui Balai Pelatihan Pertanian (BPP) unit pelaksana teknis bidang pelatihan pertanian di kecamatan itu sebagai pendamping teknis lapangan.

Pastor Marsel Hasan, selaku pengendali program atau yang ditugaskan sebagai motor pengembangan ekonomi di wilayah pantai/pesisir utara (Pantura) Keuskupan Ruteng dalam sambutan pembukaan panen raya menyatakan,  program ini bertujuan untuk mengangkat derajat kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, dan penguatan ekonomi masyarakat.

“Melalui budi daya sorgum organik, masyarakat memiliki kesempatan untuk menambah aktivitas di bidang pertanian sekaligus menambah penghasilan lewat bercocok tanam sorgum dan mengangkat derajat kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, dan  penguatan ekonomi masyarakat,” kata Pastor Marsel.

Ia menginformasikan, usia panen sorgum kurang lebih empat bulan. Sorgum tersebut ditanam pada 08 Mei 2021 dan dipanen pada 09 Agustus 2021.

“Sorgum ini terdiri dari varietas suri 4, varietas numbu dan varietas super 2,” ungkapnya.

Dijelaskan pula bahwa budi daya sorgum ini merupakan lanjutan kerja sama pengembangan sorgum dari Bea Muring, Kecamatan Lamba Leda Selatan.

“Kegiatan ini hanya lanjutan saja atau bentuk followup dari pihak gereja dari hasil kesepakatan forum budi daya sorgum di Bea Muring beberapa waktu lalu,” jelasnya.

Camat Lamba Leda Utara, Agus Supratman, menegaskan, pihaknya akan mendukung seluruh kegiatan yang bersifat baik dan membangun perekonomian warga Lamba Leda Utara.

“Saya berharap budi daya sorgum dikembangkan terus oleh kelompok single parent ini agar suatu saat Lamba Leda Utara menjadi model budi daya sorgum untuk Kabupaten Manggarai Timur,” kata Agus dalam sambutan singkatnya.

Agus juga meminta kelompok ibu-ibu janda menjadi penggerak sektor pertanian khususnya sorgum.

Tidak hanya itu, dia juga berharap  kebun contoh itu menjadi cermin awal bagi warga LAUT untuk kebun-kebun berikutnya

“Saya harap ini cermin awal bagi kita dan selanjutnya pantulan dari kebun contoh ini melahirkan banyak kebun contoh berikutnya. Saya akan lihat,  harus ada 27 kebun contoh berikutnya dari 27 ibu janda yang tergabung dalam kelompok ini.  Saya akan bawa ibu-ibu nanti keliling wilayah Lamba Leda Utara untuk kampanye budi daya sorgum di 11 desa di wilayah Lamba Leda Utara,” ucap Agus.

Penulis: Ardy Abba 

Lamba Leda Utara Matim
Previous ArticleAtlantis International College Hadir untuk Cetak Tenaga Kerja Profesional Bidang Pariwisata
Next Article Wartawan Timex Di-PHK Saat Pandemi Covid-19, Aji Kupang Buka Suara

Related Posts

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

Jalan Terbelah akibat Tanah Bergerak di Rana Poja Manggarai Timur, Warga Minta Pemerintah Atasi

2 Maret 2026

Viral Warga Meninggal saat Rujukan, Dinas PUPR Matim Akui Akses Jalan Rusak ke Puskesmas Belum Tertangani

27 Februari 2026
Terkini

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.