Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Senja: Antologi Puisi Yohanes Boli Jawang
Sastra

Senja: Antologi Puisi Yohanes Boli Jawang

By Redaksi26 Agustus 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Yohanes Boli Jawang
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Senja

Masih di antara siang dan malam

Saat mentari mulai jatuh di ujung bumi,

Tinggal sebagian yang kunamai senja,

 

***

Tak sempat kugoreskan kata

Apalagi untuk berucap,

Di saat kau mulai pergi

***

Angin pantai mulai berhembus lembut

Pohon-pohon meliuk indah

Aku hanya berkawan sepi

Lalu ku tatap senja,

Kukirimkan sajak rindu untukmu

 

#Pemulung Kata

 

Sajak Mulai di Beranda

Kertas-kertas usang tergeletak

Dan pena sepertinya gelisah

Sebab tinta sudah beku,

Zaman sudah berbeda

Di sana-sini, ada sajak-sajak di beranda

Dari keheningan ada sajian untuk keramaian

Membaca dengan cara yang berbeda

Mungkinkah semua harus terseha selerah?

Kau ukir realitas dengan cara lain

Di beranda sudah kau jadikan tempat pijak jemari,

Merangkai kata-kata indah,

 

#Pemulung Kata

 

Berwajah Dua

 

Ada kasuk-kusuk yang tak tentu

Wajah indah bagai mentari

Menabur senyum bersama hari

Namun kau tabur kisah, goreskan kepedihan

Kau…

Tampil apik sesungging senyum

Sayangnya kau simpan dusta 

Lidahmu menorah kata yang merusak.

 

#Pemulung Kata

Melukismu

 

Paruh waktu sudah berjalan begitu jauh,

Ada rindu yang hampir jadi candu

Menggenggam harap jauh di ujung langit

Aku ingin melukismu di langit senja,

Perihal rasa yang masih di belantara jiwa,

Kau…

Ukir mimpi dan jadikan kisah

Kugoreskan kata,

Melukismu,

Di hatiku

 

#Pemulung Kata

 

Yohanes Boli Jawang
Previous ArticleKetika Janji Menjadi Luka
Next Article Luka Itu Masih Menganga: Antologi Puisi Pieter Labina 

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.