Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»PT Moi Tepis Isu Mundur untuk Kembangkan Kelor di NTT
NTT NEWS

PT Moi Tepis Isu Mundur untuk Kembangkan Kelor di NTT

By Redaksi10 September 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ketua Dekranasda NTT Julie S. Laiskodat (kiri) saat memberikan keterangan pers
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT- Direktur PT Moringga Organik Indonesia (MOI) Rudi menegaskan, pihaknya tidak mundur dalam pengembangan tanaman kelor di Nusa Tenggara Timur.

“Kami menginisiasi apa yang dilakukan oleh Bunda Yuli. Sebetulnya bukan mundur. Memilih untuk kerja senyap. Kami memilih bergerak tapi tetap dengan visi Pak Gub, meningkatkan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rudi di Kantor Dekranasda NTT, Minggu (05/09/2021).

Rudi menepis isu bahwa pihaknya berhenti mengembangkan kelor asal NTT. Menurutnya, ada dua hal yang selama ini perlu diluruskan, yakni kerja berdasarkan kualitas dan jumlah.

“Apa yang Pak Gub inginkan itu tidak bisa diterjemahkan oleh aparatur. Dekranasda akan mengembalikan standar operasional ke rel yang benar,” katanya.

MOI, kata dia, akan siap menjadi supplier kelor asal NTT di Palu, untuk kemudian dikelola dan dikirim ke luar negeri.

Menurut Rudi, orang luar membeli kelor karena tanaman itu memiliki kandungan nutrisi.

“Bisnis kelor itu bukan bisnis jumlah tapi bisnis kualitas. Sedikit tidak apa-apa tapi kualitas itu yang utama. NTT sudah siap ekspor kelor berbasis kualitas. Cobalah melepaskan kelor dari zona politik. Sayang kalau NTT menggagalkan apa yang menjadi misi Pak Gub,” ujar Rudi.

Ketua Dekranasda NTT Julie Sutrisno Laiskodat mengaku siap mengembalikan potensi kelor NTT ke relnya.

“Selama ini saya ingin banyak pelaku UMKM Kelor. Saya undang beliau (Rudi) ke Kupang untuk membina UMKM NTT untuk mengolah sampai dengan kemasan supaya ada standarisasi,” kata Julie.

Julie sendiri tidak menginginkan produksi kelor banyak, namun tidak sesuai standar pasar. Ia menginginkan kelor NTT punya porsi dan tempat tersendiri di dunia.

Mimpi besar Dekranasda NTT, tambah Julie, adalah mengekspor kelor ke luar negeri dan mempunyai standar produk berdasarkan kualitas.

“Kita supplai barang mentah nanti mereka yang kelola. Saya punya mimpi menuju ke sana. Saya mimpinya ada pihak swasta yang punya standar industri di sini lalu kerja sama dengan pemerintah,” tegas istri Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat itu.

Penulis: Ronis Natom
Editor: Ardy Abba

Kabupaten Kupang NTT
Previous ArticleMenggali Makna Pancasila dalam Agama 
Next Article Kejati NTT Diminta Garap Dugaan Korupsi Penyalahgunaan Tanah Hotel Sasando

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.