Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Realita: Antologi Puisi Andreas Nega Bhai
Sastra

Realita: Antologi Puisi Andreas Nega Bhai

By Redaksi24 September 20211 Min Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Realita

Realita merobek manusia

Karena luka menganga si lara

Di bawah akhir sejahtera

Mereka mengorek tanya

Kapan kami berada?

 

Realita merobek hati 

Menunggu, menanti

Bersama putra dan putri

Yang hampir mati 

Korban cacat hati 

Miskin kasih 

Pengidap monopoli

 

Realita tersakiti

Suka si dasi?

Ia bertanya dalam perih

Tertawa?

Berpora dalam duka 

Mengisahkan suka semesta

Mereka lupa pada kata

Terbuai dunia 

Oh! Durhaka berulah

 

Realita berdarah

Terbuai korupsi

Tertawan dalam tawa

Hedonis politik

Suka si dasi

Nepotisme karib politik

 

Realita menuntut janji 

Rasa senasip

Lupa akan karsa

Rasis meraja lela

Isu  SARA  mebabibuta

Lantas, kita senasib?

 

Relita terdiam

Mengintropeksi diri

Menangis 

Aku hanya ingin 

Hidup seribu tahun lagi

 

Efrata 230921

 

Bunda Tercinta

Surya tak lagi di sana

Mungkin ia lara

Disantap karya

Serta 

Hilang Bersama petaka

Hening menikam tanya 

Mengapa?

 

Bunda terkasih 

Suryaku perih 

Termakan kasih

Ia pemberi

Pengabdi hati

Pengharap kasih

 

Bunda 

Bosan kutanya

Ke manakah ku senja 

Setelah mudah tertata entah

 

Bunda 

Surya telah berganti senja 

Meratap tentang semesta 

Dan lagi sedikit watu 

Kelam akan menjemput 

Kembali pada rahim

 

Efrata 230921

Andreas Nega Bhai
Previous ArticleCatatan Hati tentang Kerinduan 
Next Article Perempuan dalam Bayangan 

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.