Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Pendidikan NTT»Cegah Pergaulan Bebas, SMK Bintang Timur Gandeng Polisi dan Tentara Gelar Penyuluhan
Pendidikan NTT

Cegah Pergaulan Bebas, SMK Bintang Timur Gandeng Polisi dan Tentara Gelar Penyuluhan

By Redaksi28 September 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Siswa SMP, SMA & SMK Bintang Timur saat mengikuti kegiatan penyuluhan di sekolah. (Foto: Igen Padur/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Ruteng, Vox NTT-Dalam rangka mencegah para siswa dalam tindakan pergaulan bebas dan konsumsi obat-obatan terlarang seperti narkotika, SMK Bintang Timur Ruteng mengadakan kegiatan penyuluhan kenakalan remaja, Senin (27/09/2021).

Kegiatan tersebut menghadirkan aparat keamanan yang terdiri dari tiga orang polisi dari Polres Manggarai dan dua orang dari Kodim 1612/Manggarai.

KBO Binmas Polres Manggarai, IPTU Daud R. Bulu menyampaikan tentang kondisi kenakalan remaja akhir-akhir ini yang sudah lebih dari batas kewajara.

“Banyak anak di bawah umur yang sudah mengenal rokok, narkoba, free sex, dan terlibat banyak tindakan kriminal lainnya. Fakta ini sudah tidak dapat dipungkuri lagi, kita dapat melihat brutalnya remaja zaman sekarang melalui media elektronik atau kita melihatnya langsung di lingkungan sekitar kita,” ujarnya di hadapan siswa SMP, SMA dan SMK serta para guru SMK Bintang Timur.

BACA JUGA: Tangis Haru Rensi di Tengah Buruknya Infrastruktur Menuju SMAN 3 Lamba Leda

Daud membeberkan sederet penyebab hingga seorang remaja terjerumus ke dalam kebiasaan dan gaya seperti itu.
Penyebabnya menurut dia, karena kurangnya kasih sayang dan pengawasan orangtua, tidak adanya bimbingan kepribadian, serta tidak adanya media penyalur bakat dan hobi.

Untuk itu, Daud menjelaskan upaya agar remaja tidak masuk dalam dunia pergaulan bebas, yakni perlunya pendidikan agama sejak dini, menaati nasihat guru dan orangtua, menaati ajaran-ajaran agama, serta pandai memilah teman dalam pergaulan.

Terpisah, Kepala Sekolah SMK Bintang Timur Benediktus Jangavarman menjelaskan, kegiatan tersebut sengaja diinisiasi oleh pihak sekolah dengan tujuan agar peserta didik tidak terjebak dalam pergaulan bebas.

“Kami sengaja buat seperti ini supaya anak-anak merubah karakter dan menjauhi kenakalan-kenakalan remaja seperti orang-orang di luar sana. Jadi mereka dilatih sejak dini supaya mendidik karakter untuk menjadi lebih baik,” ujarnya.

“Saya selalu sampaikan kepada mereka bahwa mereka harus menjadi polisi terhadap diri sendiri. Untuk menjaga diri demi masa depan mereka. Mereka dilatih untuk tahu bersyukur, tahu menjaga sopan santun dengan cara seperti ini. Sehingga saya bekerja sama dengan pihak Kepolisian, pihak Kodim supaya mereka mengajarkan itu,” tambahnya.

Benediktus mengatakan, kegiatan tersebut akan menjadi kegiatan rutin bagi siswa dan siswi di SMK Bintang Timur.

“Ke depannya kami akan membuatkan MoU dengan pihak kepolisian dan Kodim untuk mengadakan penyuluhan selama sebulan sekali. Mereka masuk kelas sebulan sekali dan memberikan penyuluhan kepada siswa,” tutupnya.

Sementara itu, Siman Cancu, siswa kelas XII jurusan perhotelan menyampaikan terima kasih kepada sekolah yang telah menyelenggarakan kegiatan ini.

“Kesannya sangat bermanfaat bagi kami terlebih khusus bagi kami yang kalangan pelajar ini, itu sangat menyentuh di hati kami. Harapannya semoga apa yang disampaikan bisa diingat dan bisa dilaksanakan dengan baik oleh teman-teman siswa,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh salah seorang siswi kelas XII Maria Herlin. Ia mengaku dirinya belum pernah mengikuti kegiatan penyuluhan tentang kenakalan remaja.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada sekolah yang menyelenggarakan kegiatan ini. Saya baru pertama kali mengikuti kegiatan seperti ini dan sebelumnya belum pernah,” tutupnya.

Sebagai informasi, pihak yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Ketua Yayasan Agus Paer, Kepala Sekolah SMA Silvester Palman dan Kepsek SMP Elisabet Sarong serta para siswa dan siswi SMP, SMA dan SMK Bintang Timur.

Penulis: Igen Padur
Editor: Ardy Abba

 

Kodim 1612 Manggarai Manggarai Polres Manggarai
Previous ArticleBronjong Maslete Diperbaiki, Warga dan DPRD Apresiasi Kinerja Kejari TTU
Next Article Advokasi JPIC, Perjuangan Nilai-nilai Kemanusiaan

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Seminari Kisol Luncurkan Renstra 2026–2031 untuk Hadapi Tantangan Era VUCA

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.