Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Bawah Umur, Polres Mabar Tunggu Hasil Visum
HUKUM DAN KEAMANAN

Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Bawah Umur, Polres Mabar Tunggu Hasil Visum

By Redaksi25 Oktober 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kasat Reskrim Polres Mabar IPTU Yoga Darma Susanto (Foto: Sello Jome /Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Kasus dugaan persetubuhan anak di bawah umur kembali terjadi di Manggarai Barat (Mabar) pada 3 Oktober 2021 lalu.

Hingga kini, Polres Mabar masih terus mendalami kasus yang menimpa KS anak di bawah umur yang masih berusia 15 tahun.

Kasat Reskrim Polres Mabar IPTU Yoga Darma Susanto mengatakan, proses penyelidikan masih terus berjalan.

“Masih sementara berjalan proses penyelidikannya,” ungkap IPTU Yoga saat dikonfirmasi VoxNtt.com, Senin (25/10/2021).

Hingga kini kata dia, pihaknya masih menunggu hasil visum korban agar kasus tersebut naik k3 penyidikan.

“Masih tunggu hasil visum dulu. Baru kita periksa terlapor dan naik penyidikan,” tambahnya.

Sebelumnya, KS bersama keluarganya melaporkan K (24) yang merupakan kekasih KS ke Polres Mabar, Minggu (17/10/2021).

K dilaporkan ke Polres Mabar karena diduga melakukan persetubuhan pada anak di bawah umur pada 03 Oktober 2021 lalu.

KS mengatakan, kejadiannya bermula saat dirinya diajak kekasihnya K untuk pergi jalan-jalan ke Labuan Bajo.

“Waktu itu sudah jam 10 malam. Dia ajak saya ke Labuan Bajo. Saya sempat menolak karena motor yang dia kendarai tidak memiliki lampu. Dia terus paksa akhirnya saya ikut,” ungkap KS saat ditemui VoxNtt.com, Senin (18/10/2021).

KS menceritakan, setelah tiba di Labuan Bajo, pacarnya K mengajaknya untuk pergi ke rumah teman. Di rumah tersebut, K bersama teman-temannya minum minuman keras (miras Sopi).

BACA JUGA: Diajak Jalan-jalan ke Labuan Bajo, Anak di Bawah Umur Diduga Disetubuhi

Saat jam 12 malam kata KS, dirinya meminta K untuk mengantarnya pulang. Namun permintaan KS tidak diindahkan K.

“Lalu saya minta dia untuk antar saya pulang, dia tidak terima lalu dia maki-maki saya. Terus dia pukul saya di bagian belakang di punggung dengan tendang di kaki. Terus teman-temannya melerai, saat itu saya langsung menangis,” kata KS.

Setelah itu, lanjut KS, K mengajaknya untuk pergi ke kos. Kamar kos tersebut milik teman K.

“Sampai di kos temannya, tidak ada orang di kos itu. Saya tidak tahu tempatnya di mana, yang saya tahu ini Labuan Bajo,” ungkap KS.

KS menyebut, di dalam kamar kos dirinya dipaksa K untuk disetubuhi. KS sempat berteriak, namun K langsung mengancam untuk memukulnya jika berteriak.

“Terus tiba-tiba dia paksa saya untuk melakukan hal itu. Terus dia juga mengancam saya, kalau kau tidak mau saya akan pukul kau,” jelas KS.

Tidak sampai di situ, keesokan harinya kata KS, dirinya diajak K untuk pergi jalan-jalan ke Manjerite untuk melihat pelabuhan.

Dalam perjalanan menuju Manjerite jelas KS, K menyuruhnya turun dan langsung pergi meninggalkan KS sendiri.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Mabar Manggarai Barat Polres Mabar
Previous ArticleHeboh Ratusan Orang Pose Bugil di Dekat Laut Mati, Begini Alasannya
Next Article Polres Mabar Periksa Empat Saksi Terkait Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Bawah Umur

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

RRI Labuan Bajo dan Plataran Komodo Gelar Donor Darah, Perkuat Aksi Kemanusiaan di Manggarai Barat

3 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.