Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Aku Menulis Sebuah Bait
Sastra

Aku Menulis Sebuah Bait

By Redaksi6 November 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

*Puisi

Oleh: Rejeng Vox

Aku  Menulis Sebuah Bait

 

Secarik kertas dan tinta hitam

Berlenggak-lenggok di kanvas putih

Ada nama tersirat rahasia

Yang selalu menjadi topik utama

 

Berbisik aku kepada langit

Terbuai sendu dalam hening

Menatap lurus pada harapan kosong

Berharap banyak untuk terisi

 

Sunyi, sepi aku sendiri

Nyanyian riang jam di dinding

Seolah menyapa dengan hangat

Hatimu sakit, jiwamu tenang

 

Lantas apa yang semestinya mampu?

Aku hanya mengetahui satu hal

Yang akan kita lukis

 

Bersahabat dengan Kepahitan

 

Manik-manik berkedip seakan mengejek diriku

Kuremas, lalu kubuang mereka

Betapa sakit rasanya terkhianat oleh cinta

Semua yang indah, bagiku kini buramlah sudah

 

Di mana harsa yang kau tawarkan dulu?

Aku muak mengingat semua itu

 

Tawamu adalah candu bagiku

Jadi ketika engkau pergi, aku rapuh

Serapuh ilalang yang meraum pada kemara

 

Nyanyian-nyanyian malam…

Mengerang lagi meremukkan

Tapi kini berlabuhku pada kepasrahan

Serta bersahabat dengan kepahitan

 

Andai luka dapat bersih oleh hujan…

Mungkin seribu malam ini tak akan kukeluhkan

 

Biarkan Aku Menjadi Pagi

 

Aku ingin seperti pagi mengusir kegelapan malammu

Aku ingin seperti pagi menyejukkan harimu

Aku ingin seperti pagi yang datang tanpa engkau minta

 

Walau harimu gelap seperti malam

Ingatlah aku pasti akan datang membawa mentari untukmu

 

Walau dunia membuatmu jemu

Aku pasti akan datang mengantarkan embun untuk menyejukkan harimu kembali

Rejeng Vox
Previous ArticleEntah: Antologi Puisi Andreas Alexander Maurits Nega Bhai
Next Article Kapolri Resmikan Kompleks Brimob Presisi Markas Komando Kompi 4 Batalyon B di Labuan Bajo

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.