Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Entah: Antologi Puisi Andreas Alexander Maurits Nega Bhai
Sastra

Entah: Antologi Puisi Andreas Alexander Maurits Nega Bhai

By Redaksi6 November 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Entah

Aku

Selepas fajar

Menuai Hasrat

Ingin melihat

Buah yang jatuh

Dari bibir perawan

Tentang retorika

Perjaka sang musafir

Entah buah itu

Kepemimpinan

Ataukah kursi yang berjanji

Kursi yang berjanji?

Petani tetaplah petani

Tak ada petani yang PNS

Lupa?

Ataukah enak?

Entahlah

Itu urusan mereka

Kita hanya pelunas hutang

Dan menjadi momok mereka

Kita adalah korban janji

 

 

Tertidur

 

Selepas senja

Aku berbaring

Di atas paha kapitalis

Lelah menjadi babu

Dan aku?

Kuasa diperintah.

Aku masih

menaruh kepala

di dalam selimut monopoli

menyulam andil

tanpa keuntungan

masih saja

dalam rasa yang sama

individual melepas kolektif

ahk.. kaum borjuis

di manakah aku

sesajen manipulasi

lebih berharga

bukan, bukan

kita melarat

merakyat? Ya begitulah.

Kita dapat apa?

Duda

Kemarin

Di senja

Kau berpulang dan lupa

Aku masih di sini

Menangis dan sakit

Tak mampu digambarkan dengan kata

Aku hanya mampu berkomat-kamit

Entah apa yang diucapkan

Sakit dan terluka

Mata air membasahi pori

Tentang duka dan derita

Aku masih terpaku dalam realita

Luka menganga dan tak berdaya

Ingin ku hunus realita

Namun tak bisa

Dia adalah kenyataan yang dinyatakan

Dalam luka

Aku dihampiri

Desau angin

Dan berbisik

Dia sudah Bahagia dengan kekasihnya

Di rumah barunya.

 

Gadis di Pojok Senja

1

Setiap senja

Aku menghampiri hati

Di pojok senja

Harus ku akui

Indahnya ciptaan

2

Senyum yang merona

Dan katupan tangan

Menyejukan perasaan

Tentang sesal hari ini

Peluklah aku dalam doa

3

Parasmu sempurna

Aku hampir lupa

Bagaimana cara

Melupakan-MU

4

Kamu adalah tempat

Tempat menyimpan perasaan

Dan mata-MU

Sebening embun

Tak menolak sesalku

 

Berdosakah Aku?

 

Jemariku terus membelai kecantikanmu

Perlahan kubuka kancing bajumu

Menikmati indahnya tubuh

Kucium dan semakin aku penasaran

Apa yang di bawah?

Yang masih terbungkus rapih

Dan aku bertanya

Bolehkah aku berjalan lebih jauh?

Tentunya boleh jawabmu

Dan kubuka perlahan dan kunikmati

Lembar demi lembar

Sesekali aku tersenyum dan mengagumi

Mulutku terus berkomat kamit

Mendalami dan berfantasi

Akh,, rasanya geli

Tak tersadar sudah di lembaran terahir

Kuselimuti engkau dalam ingatan

Dan kutiduri dengan pronolong

Aku ingin melahirkan banyak puisi

Kawini aku adalam membaca.

Berdosakah aku? Malam ini

Akan kutidurimu selamanya, salam literasi.

Andreas Alexander Maurits Nega Bhai
Previous ArticleKapak Genggam Wira Sanggalah
Next Article Aku Menulis Sebuah Bait

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.