Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Dinamika Kehidupan: Antologi Puisi Dionisius Dembo
Sastra

Dinamika Kehidupan: Antologi Puisi Dionisius Dembo

By Redaksi14 November 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Dinamika Kehidupan

 

Perjuangan bertabur dalam darah merah dan putih

Singkat kisah berlayar bersama kegigihan

Tanah yang kupijak bergandengan suara yang merdu

Sewaktu para terlantar berteriak  dari seberang sana

 

Suara kebisingan dari kelam yang silam

Memaknai sebuah realita  kesengsaraan

Sembari membawa selembar usang kebahagiaan

Telah dirilis oleh sekawanan pemuda

 

Rintihan kata menggerakkan pilihan hidup

Sekian waktu yang dulu pernah bersumpah

Kembali dari dinamika membawa kehidupan baru

Seribu pesan membawa makna penuh penghayatan

 Latung Tunu

 

Kisah  Pahit dari Rakyat

 

Dunia terlalu luas untuk dipandang 

Mereka adalah orang upahan yang di pilih

Di sana mereka bertengger seperti burung merpati

Tumpuan kaki mereka mampu menghancurkan nasib rakyat

 

Kelak suara tangisan merintih dan menantikan keadilan

Tertidur pulas, mengaisi nasib di bawah pijakan penipuan

Bukankah engkau titipan seribu suara rakyat itu!

Kisah hidup menentang bujukan manis yang menjadi hampa

 

Terdengar pula rintihan para pengemis jelata di seberang sana

Namun mereka menutup mata melihat si lemah tak berdaya

Dan berpura-pura tuli di atas kursi yang mewah

Tangan kalian adalah roda penggerak dari suara yang hampa itu

 

Rakyat tak lagi dipandang sebagai manusia yang berakhlak

Siksaan hidup terus meronta dan ingin terjang binatang jalang

Mereka tertawa dan bermandikan permata dari keringat rakyat jelata

 Keadilan hanyalah rayuan semata yang telah mengikahi para pengemis

                                                                 Latung Tunu

Dionisius Dembo
Previous ArticleTerkait Pembatalan Pinjaman Daerah, DPRD dan Pemda Belu Saling Lempar Kesalahan
Next Article Matim Dilanda Kemiskinan Ekstrem, Pengamat: Buat Apa Saja Bupatinya?

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pilu yang Tidak Pernah Sembuh

3 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.