Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»Tolak Pembangunan Waduk, Pemuda Rendu Sebut Anggota DPRD Nagekeo Makan Gaji Buta
NTT NEWS

Tolak Pembangunan Waduk, Pemuda Rendu Sebut Anggota DPRD Nagekeo Makan Gaji Buta

By Redaksi22 November 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
PMKRI Ende, AMAN wilayah Nusa Bunga dan Walhi saat menggelar unjuk rasa di Mbay, Senin (22/11/2021) (Foto: Patrick Romeo Djawa/ Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Mbay, Vox NTT- Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik indonesia (PMKRI) Cabang St. Yohanes Don Bosco Ende menyeruduk Kantor DPRD Nagekeo pada Senin (22/11/2021) siang.

Bersama PMKRI, hadir juga anggota komunitas dari Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) wilayah Nusa Bunga dan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi).

Mereka bersama masyarakat Rendu, Labolewa dan Ulupulu mendesak pemerintah agar segera menghentikan pembangunan waduk Lambo sekaligus menawarkan lokasi alternatif ke Lowo Pebhu dan atau ke Malawaka.

Kedua lokasi alternatif itu ditawarkan karena tak ada pemukiman dan perkebukan. Hal tersebut agar tak berdampak pada kehidupan sosial budaya masyarakat setempat.

Massa aksi mulanya berdemonstrasi di depan kantor BPN Nagekeo. Di sana, topik orasi fokus mempermasalahkan dugaan mafia pengadaan tanah di lokasi pembangunan waduk Lambo.

Masa kemudian bergerak menuju Kantor DPRD Nagekeo.

Carles Ruku, salah satu perwakilan massa aksi dalam orasinya mengatakan, anggota DPRD Nagekeo selama ini terkesan diam tanpa kerja dalam menyikapi persoalan pembangunan waduk Lambo.

“DPR Nagekeo makan gaji buta,” katanya.

Menurut Carles, selama proses identifikasi tanah oleh pemerintah melalui BPN Nagekeo dan BWS II Nusra, warga setempat kerap medapat perlakuan tak manusiawi dari petugas.

PMKRI Ende, AMAN wilayah Nusa Bunga dan Walhi saat menggelar unjuk rasa di Mbay, Senin (22/11/2021) (Foto: Patrick Romeo Djawa/ Vox NTT)

Petugas, kata Carles, kerap bertindak arogan dengan menyerobot masuk ke wilayah tanah warga tanpa izin.

Atas perlakuan itu, menurut Carles, DPRD Nagekeo seharusnya dapat bertindak sesuai fungsinya setelah menerima aspirasi dari masyarakat.

Selain mencerca menggunakan pengeras suara, sinis peserta aksi juga terpampang pada spanduk yang mereka bentangkan.

“DPRD dewan penyalur aspirasi, bukan bersembunyi di balik aspirasi. RIP DPRD Nagekeo,” tulis mereka pada spanduk yang dipegang oleh seorang wanita.

Sayangnya, mereka gagal melakukan audiensi karena tak ada anggota DPRD di dalam kantor itu.

Meski begitu, Syukur Abdullah Mane, Sekretaris DPRD Nagekeo berjanji akan meneruskan informasi demonstrasi itu kepada pimpinan DPRD Nagekeo.

“Oh ini saya akan menyampaikan. Bahwa hari ini ada demonstrasi atau ujuk rasa tanpa pemberitahuan atau dasar surat dari masa aksi,” kata Sekwan Syukur.

Penulis: Patrick Romeo Djawa
Editor: Ardy Abba

Nagekeo Waduk Lambo
Previous ArticleIngin Jurnalisme yang Ramah Pariwisata, BPOLBF akan Beri Pelatihan bagi Jurnalis
Next Article Bupati Manggarai Beberkan Sejumlah Tugas Khusus untuk Pejabat Terlantik

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.