Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Rorate: Antologi Puisi Hendra Uran
Sastra

Rorate: Antologi Puisi Hendra Uran

By Redaksi28 November 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Rorate

 

Bila,

Matahari, bulan, bintang dan bumi adalah

Serpihan-serpihan konfeti horizon yang lahir dan tumbuh sebagai keberadaan Maka aku adalah awan yang rapuh

Semuanya akan berlalu saat aku menatap penuh harap dan

Mengandaikan aku sudah dan akan terus berekspresi dan berelasi dengan mereka

 

Hanya,

Aku masih sangat rapuh dan lugu

Untuk membentuk episode-episode yang penuh akan penantian mungkin akan beramarah dan kasar

Karena aku masih dengan keberanian yang amat subuh

Mungkin aku harus mengandalkan arus dan gelora laut yang beriakan keselamatan

Tahap yang bertumpuh pada kaki lilin akan aku beri ornamen daun hijau bukti aku puasa natal Silih akan terus aku buat untuk menemui sukacita yang sesungguhnya

Serta menyangkal “hanya” dengan menjadi pribadi adven pada setiap momen bersama anak sulung

Rorate, curahkanlah kebajikanmu dan lihatlah aku yang berjaga ini “Tahan berdiri di hadapan Anak Manusia sebagai manusia Adven”

Hendra Uran Ritapiret/27/11/2021

Penitensi

Ihwal tubuh adalah rapuh maka pantaslah aku mengaku Mengaku akan dosa yang mencabik-cabik pikir dan budi semuanya ada tertanam sebab semaunya terjadi

Oleh itu, aku akan mencari titik dari kemelut ini dengan terdahulu memberi koma pada

Ceritaku sambil bersimpuh malu pada bilik tobat kapela saya berdosa – saya berdosa – saya sungguh berdosa

 

Ritapiret/24/11/2020

Hendra Uran
Previous ArticlePT Mitra Properti Sentosa, Anak Usaha MMS Land, Menyasar Segmen Pasar Berbeda di Labuan Bajo 
Next Article Berawal dari Iseng-iseng, Karyawan Bank di TTU Kini Raup Keuntungan Jutaan Rupiah per Minggu dari Usaha Ayam

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.