Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Getir Jiwaku Meronta: Antologi Puisi Lalik Kongkar
Sastra

Getir Jiwaku Meronta: Antologi Puisi Lalik Kongkar

By Redaksi11 Desember 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Getir Jiwaku Meronta

 

Meraba jemu dalam tanya 

Mengusap ragu dalam risau

Hakikat apa yang terjelma

Pada pusara merah jiwa meronta

 

Petuah usang tak bisa seirama

Dengan kata duka yang kerap dicerca

Dia yang musafir mencari persinggahan

Dari lelahnya kaki berkelana

 

Menapaki bara yang membuat luka

Kian tergopoh ia melewati hari

Melintasi duri yang tak bertepi

Tak terlihat bayang yang telah lama tercekat

 

Apa boleh dikata lagi dari yang terbungkam

Apa boleh dirasa lagi dari yang terbuang

Pada akhirnya dia hanya mati

Meramu deru terkoyak-koyak rindu

 

Aku Tetaplah Jadi Aku

 

Aku ingin menjadi matahari

Diharapkan atau tidak ia tetap bersinar

Cahayanya menerangi setiap sudut yang gelap

Gelapmu menjadi terang karenanya

 

Aku ingin menjadi senja

Yang selalu kau elok-elokan saat kau menatapku

Yang selalu kau tunggu kedatangannya 

Sampai kau lupa, bahwa yang datang juga akan pergi

 

Aku ingin menjadi bintang

Yang dapat menerangi langitmu yang gelap

Yang kau tatap saat malammu menjadi sunyi

 

Dan yang terakhir

Aku salah

Aku ingin menjadi diriku sendiri tanpa harus menjadi matahari, senja atau pun bintang

 

Aku ingin menjadi apa yang aku punya atas apa yang telah Tuhan berikan kepadaku

Tanpa harus menjadi orang lain

Tanpa harus menjadi apapun yang dapat mengubah aku yang sebenarnya

Aku ingin menjadi “Aku” saat orang lain memanggilku dengan sebutan “Kamu”

 

Lalik Kongkar
Previous ArticleCegah Korupsi, Tolak Politik Uang
Next Article Rahasia Pohon Nangka

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pilu yang Tidak Pernah Sembuh

3 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.