Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kejati Diminta Serius Tangani Kasus Dugaan Korupsi Rp50 Miliar di Bank NTT, Ada 7 Dugaan Pelanggaran Pembelian MTN
HUKUM DAN KEAMANAN

Kejati Diminta Serius Tangani Kasus Dugaan Korupsi Rp50 Miliar di Bank NTT, Ada 7 Dugaan Pelanggaran Pembelian MTN

By Redaksi15 Desember 20213 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Anggota Fraksi PKB DPRD NTT, Yohanes Rumat, saat memberikan keterangan pers di ruang Fraksi PKB, Rabu, 17 November 2021 (Foto: VoxNtt.com/Tarsi Salmon)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Kupang, Vox NTT – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta untuk serius menangani kasus dugaan korupsi pembelian Medium Term Note (MTN) senilai Rp50 miliar oleh Bank NTT dari PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP).

Permintaan ini disampaikan Anggota DPRD NTT, Yohanes Rumat, Rabu (15/12/2021).

Menurut Rumat, ada tujuh (7) dugaan pelanggaran pembelian MTN senilai Rp50 miliar oleh Bank NTT pada tahun 2018, sebagaimana telah dimuat pada LHP-BPK Nomor 1/LHP/XIX.KUP/01/2020 tanggal 4 Januari 2020.

Politisi PKB itu membeberkan ketujuh dugaan pelanggaran yang dilakukan dalam pembelian MTN, yakni;

Pertama, investasi pembelian MTN tersebut dilakukan tanpa didahului analisa kelayakan, due diligence atau uji tuntas.

Kedua, hanya berpedoman pada mekanisme penempatan dana antarbank karena PT Bank NTT belum memiliki pedoman terkait prosedur dan batas nilai pembelian MTN.

Ketiga, pembelian MTN tidak masuk dalam rencana bisnis PT Bank NTT tahun 2018.

Keempat, selain itu PT Bank NTT tidak melakukan On The Spot untuk   mengetahui alamat kantor dan mengenal lebih jauh atas pengurus/manajemen PT SNP.

Pertemuan dengan pengurus/manajemen PT SNP baru terjadi setelah PT SNP mengalami permasalahan gagal bayar.

Kelima, pembelian MTN tidak melalui telaah terhadap laporan keuangan audited PT SNP Tahun 2017, namun hanya berpatokan peringkatan yang dilakukan oleh Pefindo tanpa mempertimbangkan catatan pada pres release Pefindo.

Press release tersebut menyatakan, peringkatan belum berdasarkan Laporan Keuangan audited PT SNP Tahun 2017, sehingga mitigasi atas risiko pembelian MTN tidak dilakukan secara baik.

Keenam, PT Bank NTT telah melakukan konfirmasi kepada bank-bank yang telah membeli produk MTN sebelumnya.

Tetapi tidak melakukan konfirmasi kepada bank yang menolak penawaran MTN untuk mengetahui alasan dan pertimbangan menolak melakukan pembelian MTN.

Ketujuh, tidak mempertimbangkan kolektibilitas PT SNP pada SLIK OJK (SLIK= Sistim Laporan Informasi Keuangan atau checking pinjaman pada bank lain).

Rumat juga ngotot menuntut agar persoalan ini segera diadili oleh APH (Aparat Penegak Hukum) lantaran dalam LHP-BPK tersebut sudah sangat jelas ada yang kejahatan yang di lakukan secara detail.

“Ada pelaku serta jenis pelanggaran yang dibuatnya, ada waktu, tempat, jumlah kerugian, semuanya dijelaskan secara eksplisit dalam LHP ini,” tegas Rumat.

Karena itu, Rumat meminta agar Kejati NTT tidak berlama-lama dengan kasus dugaan korupsi pembelian MTN senilai Rp50 miliar oleh Bank NTT dari PT SNP tersebut.

“Semoga Kajati tidak berlama-lama dengan kasus ini agar iklim kerja di perbankan dan nasabah pengguna jasa bank juga tidak merasa was-was,” imbuhnya.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT Yulianto berkomitmen untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi MTN Rp50 miliar di Bank NTT.

“Proses kasus ini sementara berjalan. Sedang dalam penyelidikan,” kata Yulianto kepada wartawan, Senin (13/12/2021).

Kajati juga meminta publik untuk bersabar dan mempercayakan penanganan kasus tersebut kepada Kejati NTT.

Penulis: Tarsi Salmon
Editor: Ardy Abba

Bank NTT DPRD NTT Kejati NTT Yohanes Rumat
Previous ArticleArtis Tampan Rizky Nazar Ditangkap Saat Konsumsi Ganja di Rumahnya
Next Article Kompak Indonesia Desak Kejaksaan Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Bank NTT

Related Posts

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026

Pemprov NTT Harus Lobi Pemerintah Pusat soal Nasib 9.000 PPPK

5 Maret 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.