Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»HUKUM DAN KEAMANAN»Kompak Indonesia Datangi KPK Lapor Dugaan Korupsi MTN Bank NTT
HUKUM DAN KEAMANAN

Kompak Indonesia Datangi KPK Lapor Dugaan Korupsi MTN Bank NTT

By Redaksi20 Desember 20212 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Gabriel Goa, Ketua Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia dan Hasnu Ketua Advokasi, Politik Anggaran dan Riset Kompak Indonesia saat mendatangi Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI Jalan Kuningan Persada, Jaksel pada Senin (20/12/2021)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Jakarta, Vox NTT-Koalisi Masyarakat Pemberantasan Korupsi (KOMPAK) Indonesia mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (20/12/2021) siang.

“Hari ini kami datang di KPK RI untuk melaporkan sejumlah kasus korupsi di NTT dalam rangka memperingati HUT NTT ke-63 tahun,” jelas Hasnu Ketua Bidang Advokasi, Politik Anggaran dan Riset KOMPAK Indonesia kepada wartawan di Jakarta.

Menurut Hasnu, dari sejumlah kasus korupsi di NTT, pihaknya memiliki atensi khusus terhadap kasus dugaan korupsi MTN di Bank NTT.

Hasnu mengatakan, hal tersebut guna merespons pemberitaan sejumlah media lokal dan dorongan sejumlah pihak sesuai laporan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTT, di mana tercatat mengalami kerugian negara mencapai Rp50 miliar.

Hasnu mengatakan, pihaknya mendorong KPK agar melakukan supervisi terhadap kasus MTN Bank NTT yang sedang ditangank Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTT.

Menurut pantaun KOMPAK Indonesia, kata dia, perkembangan terakhir bahwa PPATK telah memberikan rekomendasi tentang 11 nama sebagai calon tersangka dalam kasus dugaan korupsi MTN.

“Tetapi, publik NTT masih bertanya-tanya siapa nama-nama calon tersangka tersebut,” ujar Hasnu.

Bahkan, Kompak Indonesia merasa kecewa dengan Kepala Kejati (Kajati) NTT yang pada hari ini, Senin (20/12/), menerima piagam penghargaan dari Direktur Umum Bank NTT pada acara ulang tahun NTT ke-63.

“Kami sangat menyayangi Kajati NTT mengapa menerima piagam penghargaan dari Direktur Umum PT Bank NTT pada acara hari ulang tahun NTT ke-63. Mestinya, Kajati menolak hal itu. Karena Bank NTT sedang diperiksa oleh Kejati NTT pada dugaan korupsi MTN,” tegas Hasnu.

Sementara itu, Ketua KOMPAK Indonesia Gabriel Goa mengatakan, pihaknya sangat serius dalam mengawal kasus dugaan korupsi MTN di Bank NTT senilai Rp50 miliar.

Gabriel menegaskan, pihaknya mendorong Komisi III DPR RI agar segera memanggil Kejaksaan Agung untuk melakukan evaluasi terhadap penegakan hukum di Nusa Tenggara Timur.

“Kami mendesak Kejati NTT agar segera menetapkan tersangka kasus korupsi MTN Bank NTT agar segera mendapatkan keputusan tetap di pengadilan,” kata Gabriel.

Bahkan, kata Gabriel, dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar aksi di Kejaksaan Agung Republik Indonesia agar segera melakukan evaluasi terhadap mandeknya proses penyidikan/penyelidikan MTN di Bank NTT senilai Rp50 miliar.

Lebih lanjut, jelas Gabriel, Kompak Indonesia juga akan menggalar audiensi bersama PPATK guna menanyakan terkait perkembangan analisis kasus dari 13 nama yang sudah direkomendasikan ke Kejati NTT.

“Kompak Indonesia menduga bahwa kasus MTN Bank NTT berpotensi terjadinya korupsi berjamaah. Artinya, bukan hanya 13 orang itu, tapi ada aktor lain (aktor intelektual) dibalik kasus MTN senilai Rp50 miliar tersebut,” tutup Gabriel. (*VoN)

Bank NTT Gabriel Goa Kabupaten Manggarai Kejati NTT Kompak Indonesia
Previous ArticleGubernur Laiskodat Harus Pecat Kepala Dinas Pendidikan NTT
Next Article Beristirahatlah dalam Damai Bung Frans Lebu Raya

Related Posts

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026

Rumah Warga di Cibal Barat Ambruk Diterpa Hujan dan Angin Kencang

5 Maret 2026

Profil Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.