Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Jembatan Panjang Itu Diberi Nama Merah Putih
Regional NTT

Jembatan Panjang Itu Diberi Nama Merah Putih

By Redaksi29 Januari 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Jembatan Merah Putih yang terletak di Desa Haitimuk
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Betun, Vox NTT- Badai Seroja memorakporandakan pesisir selatan Kabupaten Malaka pada Minggu dini hari, 4 April 2021 lalu.

Kala itu, ribuan warga mengungsi. Ribuan rumah pun rusak berat akibat amukan angin disertai hujan dan banjir. Tak luput jembatan panjang di jalan strategis nasional di Kabupaten Malaka juga ikut putus.

Jembatan itu menghubungkan Kecamatan Malaka Tengah dan 4 kecamatan di seberangnya yakni, Kecamatan Malaka Barat, Weliman, Rinhat dan Wewiku.

Setelah hampir setahun badai Seroja berlalu, kini jembatan tersebut sudah diperbaiki dan siap digunakan.

Pengerjaan jembatan memang banyak menemukan kendala akibat cuaca dan mobilisasi alat berat yang jauh dari Kupang, ibu kota Provinsi NTT. Namun tampak sekarang sudah segera digunakan.

Sebelum diperbaiki, masyarakat menyebrang melewati jembatan alternatif yang disiapkan PT. Wika, kontraktor pembangunan jembatan tersebut.

Setelah hampir rampung, pemandangan jembatan tersebut berbeda dari sebelumnya. Dulunya, berwarna perak pucat, kini jembatan panjang tersebut berwarna merah putih.

Bupati Malaka Simon Nahak memberi nama jembatan itu Jembatan Merah Putih. Sebelumnya, jembatan yang terletak di Desa Haitimuk itu dikenal dengan nama Jembatan Benenai.

Hal ini karena di bawah jembatan tersebut, mengalir sungai Benenai, sungai terpanjang di Kabupaten Malaka.

Menurut Bupati Simon, pemberian nama Jembatan Merah Putih mengandung tentu saja ada makna filosofisnya.

“Mengapa harus Merah Putih, karena setiap 17 Agustus Merah Putih selalu berkibar di seluruh pelosok tanah air, tidak hanya di darat, tapi di laut dan udara, Merah Putih lambang Bendera Nasional selalu memberikan semangat yg menggelora dalam diri setiap menyanyi lagu Nasional Indonesia Raya”….bangunlah jiwanya bangunlah badannya untuk Indonesia Raya…” ungkap Bupati Simon.

“Semangat nasionalisme ini terus membuat saya semangat untuk membangun Indonesia dari Malaka,” katanya lagi.

Semua Jembatan di Malaka Dicat Merah Putih

Semangat membangun Indonesia dari Malaka (pinggiran) inilah membuat Simon Nahak terus melakukan lobi ke pusat untuk kepentingan pembangunan di kabupaten itu.

“Saya sedang memperjuangkan 7 jembatan lagi dan setiap jembatan yang dibangun di Malaka saya selalu usulkan agar semua jembatan harus dicat Merah Putih,” ujar Simon.

Alasan mendasarnya menurut dia, adalah letak Kabupaten Malaka yang berbatasan darat dengan Timor Leste dan laut dengan Australia.

“Seperti yang saya perintahkan kepada Pimpro (pimpinan proyek PT. Wika) dengan tukang-tukang yang memperbaiki jembatan Benenai sekarang harus cat Merah Putih, karena letak Kabupaten Malaka berbatasan dengan 2 negara darat laut Timor Leste dan laut Australia,” ungkapnya.

Penulis: Frido Umrisu Raebesi
Editor: Ardy Abba

Malaka Simon Nahak
Previous ArticleMiris! Siswa SDI Bea Rana Terpaksa Menimba Ilmu di Gedung Reyot dan Becek
Next Article Lantik 24 Pengurus DPAC di TTU, PKB Siap Hadapi Verifikasi Pemilu 2024

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.