Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ilmu Pengetahuan»Immurement: Eksekusi Sadis dengan Tubuh Dikubur Hidup-hidup, Simak Sejarahnya! 
Ilmu Pengetahuan

Immurement: Eksekusi Sadis dengan Tubuh Dikubur Hidup-hidup, Simak Sejarahnya! 

By Redaksi7 Februari 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Seorang wanita Mongolia dihukum mati oleh Immurement, 1913. (Stéphane Passet / Public Domain)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Internasional, Vox NTT- Immurement adalah praktik di mana seseorang dikubur hidup-hidup dengan cara memasukan ke ruang kecil yang hanya cukup untuk tubuhnya.

Kemudian, orang yang ditidurkan dibiarkan di ruang itu sampai meninggal, entah karena dehidrasi atau kelaparan, bahkan sesak napas mungkin menjadi penyebab kematian.

Imurement paling sering dilakukan sebagai jenis hukuman, meskipun mungkin juga dilakukan untuk tujuan lain, misalnya, sebagai bentuk pengorbanan manusia. Kisah-kisah elit yang dikuburkan dengan pelayan atau budak mereka sebagai bagian dari ritual pemakaman dapat ditemukan di berbagai budaya kuno. Diyakini bahwa orang-orang ini dikorbankan agar mereka bisa menemani tuannya ke alam baka.

Mengutip laman Ancient-Origins, banyak peradaban yang pernah melakukan praktik immurement ini. Praktek kejam yang biasanya telah dilakukan dengan mengunci jiwa malang dalam semacam kotak seperti peti mati atau dalam kasus lain, menyegel mereka ke dinding tembok.

Sejarah immurement tidak diragukan lagi, titik hitam pada garis waktu umat manusia dan berasal dari berabad-abad yang lalu dengan contoh praktik yang ditemukan di hampir setiap benua.

Catatan tentang immurement baru-baru ini pada awal abad ke-20 telah dicatat di Mongolia, yang kini menjadi Kekaisaran Persia (sekarang Iran).

Salah satu catatan paling awal tentang immurement di Persia datang pada abad ke-17 dari seorang pedagang permata, Jean Baptiste Tavernier, yang mencatat kuburan batu di dataran dengan pencuri terbungkus batu sampai ke leher mereka. Tavernier menulis bahwa para pria dibiarkan dengan kepala terbuka “bukan karena kebaikan, tetapi untuk mengekspos mereka terhadap cedera cuaca, dan serangan burung pemangsa.”

Dalam bukunya Behind the Veil in Persia and Turkish Arabia, pengelana M. E. Hume-Griffith menulis tentang perjalanan di Persia antara tahun 1900 dan 1903 dan pemandangan serta suara-suara yang mengganggu dari orang-orang yang disegel dan dibiarkan mati di tiang-tiang batu:

“Pemandangan menyedihkan lainnya yang kadang-kadang terlihat di padang pasir, adalah pilar-pilar batu bata di mana beberapa korban yang malang dikurung hidup-hidup. Orang-orang yang diikat dengan cara ini telah terdengar mengerang dan meminta air pada akhir tiga hari.”

Kejadian serupa dari hukuman melalui penguburan telah didokumentasikan di Mongolia baru-baru ini pada tahun 1914, dengan orang-orang dikurung di peti kayu yang mencegah mereka duduk atau berbaring dengan nyaman. Hanya lubang kecil yang memungkinkan mereka menjulurkan kepala atau lengan mereka untuk mengambil makanan atau air apa pun yang mungkin ditawarkan oleh algojo yang berbelas kasih.

Meski eksekusi Immurement telah dihapus, banyak penemuan kerangka di berbagai dunia ditemukan tersegel di balik dinding. Hal ini menjadi bukti bahwa kekejaman masa lalu, di mana orang zaman kuno memiliki cara sedemikian rupa dalam menghakimi. (*)

Sumber: Grid.Id/Nationalgeographic.co.id

 

internasional
Previous ArticleSalahgunakan Uang Umat, Pastor Dihukum Penjara
Next Article Sandiaga Uno Sebut Gua Batu Cermin Sangat Unik dan Original

Related Posts

Kelas Menulis ‘Narasi Pantau’ Diadakan Lima Hari di Kupang

10 Oktober 2022

Prodi Ilmu Politik Fisip Undana Gelar Seminar tentang Masyarakat Desa

8 Oktober 2022

Kemkominfo Gelar Workshop Pengembangan Diri dan Kualitas Digital Anak Muda Papua dan Labuan Bajo

29 September 2022
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.