Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ekbis»Waterfront Pusat dari Titik Nol Labuan Bajo
Ekbis

Waterfront Pusat dari Titik Nol Labuan Bajo

By Redaksi7 Februari 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno saat mengunjungi lokasi Waterfront Labuan Bajo, Kamis (27/01/2022) (Dok. BPOLBF)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, Waterfront Labuan Bajo merupakan pusat dari titik nol ibu kota Kabupaten Manggarai Barat itu.

Di lokasi tersebut nantinya lalu lintas penumpang akan masuk dan akan banyak kegiatan pariwisata dan ekonomi kreatif, termasuk konser.

Di lokasi Waterfront juga bisa menikmati pemandangan indah dan matahari terbenam Laut Labuan Bajo.

“Tentu ini yang menjadi unggulan Labuan Bajo. Letaknya yang masih dalam kota akan menambah daya tarik dan harapannya dapat menambah lama tinggal wisatawan di Labuan Bajo,” jelas Sandiaga saat melakukan peninjauan Program Penataan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo ini, Kamis (27/01/2022).

Sebagai salah satu dari lima Waterfront City yang ada di Indonesia (Labuan Bajo, Palembang, Batam, Makassar, dan Semarang), Sandiaga berharap ada usulan dan kolaborasi dari berbagai pihak, terutama untuk mengisi event di ruang publik tersebut sehingga berdampak pada pemulihan ekonomi melalui aktivitas pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Di sinilah kolaborasi usulan dari teman-teman, bagaimana mengisi berbagai event terutama menjelang G20. Kolaborasi dengan Pemda dan Badan Pelaksana Otorita. Event akan memicu aktivitas, aktivitas akan memacu pergerakan, pergerakan akan memicu tingkat keterhunian yang lebih baik dan lapangan kerja yang terbuka hingga ekonomi bisa bangkit,” jelasnya Sandi saat ditanya awak media terkait event untuk mengisi fasilitas yang telah dibangun terutama menjelang G20.

Sandiaga pun mengajak semua pihak untuk menjaga berbagai fasilitas KSPN tersebut dengan penuh totalitas dan mengutamakan aspek keberlanjutan.

Ia juga menegaskan, Labuan Bajo siap menyambut G20 dan ASEAN SUMMIT 2023.

“Dengan ini saya katakan Labuan Bajo siap menyambut side event G20 dan tuan rumah ASEAN SUMMIT 2023,” katanya.

Dalam kunjungannya, Menparekraf juga didampingi Vinsensius Jemadu, Kepala Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur (Deputi 3) Kemenparekraf.

Vincen mengatakan, dalam rangka mengisi event, Kemenparekraf sudah merencanakan beberapa festival yang akan diadakan di Labuan Bajo dan sekitarnya.

Kemenparekraf juga terus berusaha untuk memperkenalkan kearifan lokal Manggarai pada khususnya dan NTT pada umumnya.

“Kemenparekraf, BPOLBF, dan Pemda sudah merencanakan beberapa festival dan salah satunya Festival Kopi sebagai bagian dari G20 karena menurutnya kopi adalah salah satu sarana memperkenalkan falsafah budaya Manggarai,” jelasnya.

Senada dengan hal tersebut, Direktur Utama BPOLBF, Shana Fatina juga mengatakan, sebagai ruang publik untuk menikmati keindahan alam, Waterfront  juga dapat diisi dengan berbagai event, terutama menjelang G20 ada beberapa agenda yang akan dilakukan.

“Agenda terdekat adalah melakukan koordinasi bersama para calon pembuat event di Waterfront dalam kaitannya dengan kegiatan G20 dan BPOLBF akan mendampingi mereka di bulan Februari dan Maret. Di bulan Maret juga akan ada festival seperti festival Labuan Bajo dan festival untuk menyambut ulang tahun Manggarai Barat, dan pada prinsipnya kita akan mengisi fasilitas yang sudah dibangun ini dengan berbagai aktivitas pariwisata,” jelas Shana.

Penulis: Ardy Abba

BPOLBF Kemenparekraf Sandiaga Uno Shana Fatina Vinsensius Jemadu Waterfront Labuan Bajo
Previous ArticleBPOLBF Teken Kerja Sama dengan Jasa Raharja untuk Asuransi Perjalanan Wisata
Next Article Vaksinasi Pelajar SMPN Tanadaki dan SDK Buube’i Disambut Antusias Orangtua Siswa

Related Posts

Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Promo Sambungan Baru dan Website Resmi Jelang HUT ke-17

2 Maret 2026

Kapal Pesiar Mewah Bawa 1.300 Turis Singgah di Kupang, Travel Agen Siapkan Tiga Destinasi

23 Februari 2026

Imigrasi Labuan Bajo Periksa Kedatangan Dua Kapal Pesiar Internasional

19 Februari 2026
Terkini

Pengkab Taekwondo Sumba Barat Daya Dukung Ridwan Angsar Jadi Ketua Pengprov TI NTT

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Golkar NTT Umumkan Pengurus Baru 2025–2030, Targetkan Musda Kabupaten Rampung April

6 Maret 2026

Cerdas Digital Saja Tidak Cukup: Haruskah Psikologi Jadi Pelajaran Wajib di Sekolah?

6 Maret 2026

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.