Kupang, VoxNTT.com – Kapal pesiar berbendera Amerika, M.S. Riviera Oceania Cruise, yang membawa sekitar 1.300 wisatawan mancanegara dijadwalkan singgah di Pelabuhan Tenau Kupang pada Selasa, 24 Februari 2026.
Kapal pesiar berbintang lima plus itu disebut akan berada di Kupang sejak pukul 10.00 hingga 17.00 Wit.
Direktur jasa travel PT Oseania World Travel, Yohanes Rumat menyebut kapal pesiar tersebut memiliki 15 tingkat dan termasuk kapal kelas elit.
“Besok tanggal 24 kurang lebih jam 10 akan lego jangkar di Tenau. Kita mendapat kepercayaan untuk mengelola 600 penumpang,” kata Yohanes, Senin, 23 Februari 2026.
Yohanes mengatakan pihaknya menjual paket kunjungan ke tiga lokasi wisata utama bagi para wisatawan.
Destinasi pertama adalah Baun yang menawarkan situs peninggalan kerajaan, pertunjukan tarian, produk tenun, serta kuliner lokal.
Selain kerajaan Baun, menurutnya, para wisatawan juga akan mengunjungi tempat pengolahan dan penjualan Sei di wilayah tersebut.
“Kita juga menawarkan tamu ke Se,i Babi Baun. Mereka ingin melihat proses pembakaran dan pengolahan. Di Timor menurut mereka yang mahal itu pengalamannya,” jelas Yohanes.
Destinasi kedua adalah Pantai Lasiana. Di lokasi ini wisatawan akan menyaksikan proses masyarakat memanjat pohon lontar untuk mengambil nira hingga pengolahan menjadi tuak dan gula.
“Kita juga akan menampilkan tarian berbagai macam daerah,” ujarnya.
Sementara destinasi ketiga adalah Oebelo, lokasi pembuatan alat musik sasando di Kabupaten Kupang.
Menurut Yonanes, 600 wisatawan mancanegara akan mengunjungi tempat pembuatan alat musik sasando yang terletak di Belo.
“Mereka akan disuguhkan oleh musik sasando berbusana khas Rote Ndao. Bagi kami sebagai travel agen ini yang bisa dijual kepada tamu,” katanya.
Selain tiga lokasi utama tersebut, Yohanes mengatakan, terdapat dua titik transit bagi wisatawan, yakni museum di Kota Kupang dan sentra kerajinan daerah.
Tempat transit setelah mereka mengunjungi obyek utama adalah museum di kota Kupang. Mereka membaca NTT di museum dengan karakter budaya masing-masing.
“Terakhir mereka akan mengunjungi dekranasda daerah. Mereka akan berbelanja di sana,” katanya.
Ia berharap meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara harus diikuti perhatian pemerintah terhadap infrastruktur jalan, khususnya di wilayah Ikan Foti yang disebut masih dalam kondisi buruk.
“Beberapa tahun ini kami keluhkan kondisi jalan di Ikan Foti yang sangat buruk,” ujarnya.
Yohanes juga berharap Gubernur NTT, Melki Laka Lena dan Wali Kota Kupang, Christian Widodo dapat menyampaikan langsung ucapan selamat datang kepada para wisatawan.
“Pemerintah sebagai tuan rumah wajib untuk mengungkapkan selamat datang bagi tamunya yang datang dari berbagai benua,” pungkasnya.
Penulis: Ronis Natom

