Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Human Trafficking NTT»Hari Anti-Human Trafficking 2022: Memperjuangkan Hak dan Martabat Kaum Perempuan dan Anak
Human Trafficking NTT

Hari Anti-Human Trafficking 2022: Memperjuangkan Hak dan Martabat Kaum Perempuan dan Anak

By Redaksi8 Februari 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Koordinator Rumah Perlindungan Anak dan Perempuan JPIC SSpS Flores Barat Suster Maria Yosefina Pahlawati, SSpS
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Seluruh dunia memperingati hari anti-human trafficking pada Selasa (08/02/2022). Tema besar dalam peringatan tahun ini yaitu “The Power of Care: Women, Economy and Human Trafficking“.

Koordinator Rumah Perlindungan Anak dan Perempuan JPIC SSpS Flores Barat Suster Maria Yosefina Pahlawati, SSpS mengatakan, peringatan hari human trafficking sedunia ditetapkan oleh Paus Fransiskus.

“Hari ini ini adalah hari yang dikhususkan oleh Paus Fransiskus untuk memperingati hari anti-perdagangan orang dan kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak. Itu berarti menjadi fokus perhatian kita semua khususnya Gereja untuk membela dan memperjuangkan martabat dan hak- hak kaum perempuan dan membela kehidupan itu sendiri,” ujar Suster Yosefina kepada VoxNtt.com, Selasa (08/02/2022) sore.

Suster Yosefina menyebut, saat ini semua kalangan dipanggil untuk menyuarakan suara-suara yang tersamar bahkan suara yang tidak terdengar lagi.

“Kita berani untuk keluar dari zona nyaman kita masing-masing untuk menjangkau sesama saudara-saudari kita yang haus akan cinta, keadilan dan dekapan martabat kemanusiaan,” tegas Suster Yosefina.

Ia mengisahkan, pihaknya yang terlibat secara langsung dalam menangani sejumlah persoalan tersebut, berusaha dan berkomitmen untuk membela dan mendampingi kaum perempuan, khususnya yang menjadi korban human trafficking dan kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Di Manggarai Barat sendiri, kata Suster Yosefina, ada dua hal yang selalu disoroti, khususnya di Labuan Bajo yang telah menjadi destinasi pariwisata super premium.

Menurut dia, pesatnya pembangunan di wilayah pariwisata khususnya pembangunan seperti tempat- tempat hiburan seperti pub, hotel, kapal pesiar juga memiliki dampak buruk bagi kaum perempuan dan anak.

“Korban human traficking terus meningkat baik dari tingkat lokal maupun secara nasional. Banyak korban yang tidak didata/tersembunyi, hal ini disebabkan oleh calo sangat rapi dalam menjalankan profesinya dan hal lain kaum perempuan itu sendiri tidak sadar bahwa mereka telah menjadi korban karena kurang berpendidikan atau karena terdesak kebutuhan ekonomi,” paparnya

Hal lain kata Suster Yosefina, meningkatnya kasus HIV dan AIDS akibat dari pergaulan bebas.

Beberapa tahun terakhir marak kasus pelecehan seksual, pencabulan, pemerkosaan dan human trafficking terhadap anak di bawah umur.

“Data kasus yang kami tangani secara keseluruhan dari tahun 2008 sampai sekarang kasus human trafficking berjumlah 91 kasus, KDRT ada 15 kasus, dan Kasus pemerkosaan, pencabulan/pelecehan seksual 14 kasus,” jelasnya

Suster Yosefina mengatakan, JPIC SSpS melihat saudara-saudari yang mengalami kekerasan bukan semata- mata hanya sebagai korban tetapi lebih dari itu mereka telah menjadi keluarga.

“Alasan ini menjadikan kami berani menerima tantangan demi menampilkan kembali martabat manusia sebagai ciptaan yang mulia dari Tuhan,” tegasnya.

Dia pun mengajak semua pihak untuk mengambil bagian dalam melestarikan ciptaan Allah dengan memperjuangkan hak dan martabat kaum perempuan dan anak yang menjadi korban dengan cara masing-masing.

“Mari kita terus bergandengan tangan untuk berkomitmen pro pada kehidupan tanpa kekerasan,” pintanya.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

Human Trafficking Mabar Manggarai Barat
Previous ArticleJurnalis Harus Berani Bersuara Lantang sebagai Corong Aspirasi Masyarakat
Next Article HPN 2022, GMNI NTT Nilai Pers sebagai Alat Perjuangan dan Penjaga Ideologi

Related Posts

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Jaringan Masyarakat Sipil Audiensi dengan Komisi V DPRD NTT Bahas Kasus Perdagangan Orang

5 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.