Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Ilmu Pengetahuan»Inilah Fakta Nasib Budak Anak di China Kuno
Ilmu Pengetahuan

Inilah Fakta Nasib Budak Anak di China Kuno

By Redaksi12 Februari 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Perbudakan di China Kuno (historic clothing)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Internasional, Vox NTT- Pada masa China Kuno, beberapa orang dilahirkan dalam perbudakan lantaran ibu mereka merupakan seorang budak.

Sebagian lainnya lagi dijual sebagai budak, mungkin untuk membayar utang.

Selama Dinasti Qin di China, orang-orang yang ditangkap dijadikan budak.

Kehidupan para budak di China yang sebagian besar anak-anak juga sungguh mengenaskan.

Mereka kebanyakan dipekerjakan untuk bekerja di ladang bersama petani bebas.

Tetapi mereka tidak diperlakukan dengan rasa hormat yang sama seperti yang diberikan kepada petani.

Para budak juga diharuskan untuk membangun jalan dan bekerja di pemerintahan.

Mereka juga ada yang bekerja untuk kaisar, keluarga kerajaan, dan terkadang para bangsawan.

Mereka hanya bisa melakukan apa yang diperintahkan dan diperlakukan dengan sangat kejam.

Ketika tuan mereka meninggal, mereka dibunuh, dan dikuburkan bersama dalam liang lahat.

Hal itu dilakukan agar para budak dapat terus melayani tuan mereka setelah kematian dalam keabadian.

Perbudakan di China sudah berlangsung dari zaman kuno dan berlanjut hingga Dinasti Qin.

Dinasti Qin justru melanggengkan perbudakan dengan kaisar pertamanya yang kejam.

Dinasti ini kelewat kejam memperlakukan budak, sehingga setelah Dinasti Qin digulingkan, konsep perbudakan di Dinasti Han tidak sepopuler atau sekejam dulu.

Dinasti Tang mencoba untuk mencegah perbudakan, tapi praktik ini kembali populer ketika kekuasaan keluarga ini berakhir.

Selama berabad-abad, sejak Dinasti Qin, kaisar Tiongkok lainnya telah berusaha untuk mengendalikan atau menghapus perbudakan sepenuhnya.

Dinasti Ming, misalnya, membuat perbudakan ilegal.

Namun, beberapa orang di Tiongkok kuno terus memiliki budak. (*)

Sumber: Grid.Id

China internasional
Previous ArticleRintihan Rasa
Next Article Wakil Bupati Sumba Tengah Jadi Ketua DPD Partai, Ketua DPW PSI NTT: Suatu Kehormatan Bagi PSI

Related Posts

Kelas Menulis ‘Narasi Pantau’ Diadakan Lima Hari di Kupang

10 Oktober 2022

Prodi Ilmu Politik Fisip Undana Gelar Seminar tentang Masyarakat Desa

8 Oktober 2022

Kemkominfo Gelar Workshop Pengembangan Diri dan Kualitas Digital Anak Muda Papua dan Labuan Bajo

29 September 2022
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.