Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Regional NTT»Pemerintah Kecamatan LAUT Serius Tertibkan Ternak Liar
Regional NTT

Pemerintah Kecamatan LAUT Serius Tertibkan Ternak Liar

By Redaksi10 Maret 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Borong, Vox NTT-Pemerintah Kecamatan Lamba Leda Utara (LAUT), Kabupaten Manggarai Timur (Matim), serius menertibkan ternak liar milik masyarakatnya.

Salah satu bukti keseriusannya, Pemcam LAUT menggandeng Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Puspita Bangun Bangsa (PBB) untuk menghadirkan pakan ternak. Kekurangan pakan dianggap salah satu alasan ternak warga dilepas bebas.

LSM PBB kemudian menyalurkan ratusan ribu benih bibit pakan ternak jenis Indigofera beserta plastik koker atau biasa disebut polibek.

Camat LAUT Agus Supratman kepada awak media di Dampek, Kamis (10/03/2022), mengatakan masalah ternak berkeliaran bebas menjadi momok serius untuk semua sektor, lebih khusus sektor pertanian.

Seluruh tanaman pertanian dan tanaman lainnya terancam gagal panen,  gagal tumbuh, serta rusak dibuat hewan ternak yang berkeliaran bebas.

“Tanaman padi sawah,  jagung, sorgum, pisang, kayu hidup produktif, milik warga, rusak, habis dan bahkan sampai mati diganyang hewan ternak peliharaan sendiri atau sesama warga seperti sapi, kerbau, kambing, babi dan kuda,” kata Agus.

Ternak berkeliaran bebas menurut Agus, telah terjadi sejak lama. Berharap kondisi ini akan segera berakhir.

“Kesadaran tertib beternak lenyap, apalagi yang namanya kepedulian terhadap lingkungan hidup nol.  Kepekaan rendah. Yang ada hanya tebal rasa tidak malu. Tuli hati, gelap pikir, mendadak tuli dengan omelan sesama warga, lalu masa bodoh tetap membiarkan hewan ternak peliharaan merusak,  makan dan membunuh nasib ekonomi sesama warga.  Menari di atas penderitaan orang lain, benar-benar nyata terjadi pada diri peternak yang lepas liar hewan ternak peliharaannya,” tegas Camat Agus.

Langkah  yang telah ditempuh terang Agus, yakni pendataan jenis dan pemilik hewan ternak. Pendekatan persuasif kepada pemilik ternak. Soaialisasi Perda dan Perdes tentang penertiban hewan ternak,  hingga rencana eliminasi dengan cara tembak di tempat.

Menurut Agus,  pihaknya memberi solusi jangka panjang untuk peternak melalui pakan ternak dibudidayakan di LAUT.

“Kami tidak sekedar menghentikan sikap nakal pemilik ternak. Kami juga punya strategi solusi jangka panjang kepada peternak, melalui bibit tumbuhan pakan ternak nutrisi tinggi bernama indigofera. Indigofera tumbuhan ini merupakan komoditas dagang yang penting. Daun indigofera sebagai pakan ternak bernutrisi tinggi,” tandas Agus.

Tanaman ini jelas Agus, akan dibagi gratis.

“Kami bangun kerja sama dengan LSM PBB untuk bibit pakan ternak jenis Indigofera.  Akan dibagi gratis. Peternak wajib tanam dan akan saya periksa. Tanaman ini mudah tumbuh, cepat tumbuh dan siap saji untuk ternak,” beber Agus dengan penuh percaya diri.

Pihak LSM PBB, Flory Nggangur Jemarut menjelaskan,  jenis Indigofera sangat cocok dengan iklim Indonesia, termasuk wilayah pantura Matim.

“Kami siap dukung sepenuhnya program penertiban hewan ternak.  Kami siap suplai benih bibit pakan ternak jenis Indigofera sebanyak mungkin agar hewan ternak di Lamba Leda Utara sehat dan gemuk,” kata Flory.

Penulis: Ardy Abba

Agus Supratman Lamba Leda Utara Manggarai Timur Matim
Previous ArticleMahasiswa Fisip UNAS Beri Edukasi untuk Warga Labuan Bajo terkait Bahaya Sampah
Next Article Rindu dan Benci Parpol Oposisi

Related Posts

Rumah Harapan untuk Regina Uner di Cibal Barat Rampung 100 Persen

6 Maret 2026

Perjuangan Mama Martina, Banting Tulang untuk Hidupi Keluarga sembari Rawat Suami Stroke

5 Maret 2026

KPB Program TEKAD Ponggeok Manggarai Kembangkan Penyulingan Minyak Cengkih

4 Maret 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.