Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Cemburu pada Alam: Antologi Puisi Jemianus Beni Hoaratan
Sastra

Cemburu pada Alam: Antologi Puisi Jemianus Beni Hoaratan

By Redaksi13 Maret 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Cemburu pada Alam

Senja masih merinduhkan bulan
Awan pun mulai menutupi
wajahnya yang kian buram
bahkan bintang pun harus
bercumbu dengan pasangannya
pesanku kukirim pada angin
biar dirinya yang membawa
ke dalam gulungan ombak
dengan airnya yang kian mengamuk
terlihat diriku yang masih cemburu
terhadap alam semesta dengan keromantisan mareka
diriku seakan ingin bercemin pada dinding laut
dengan sedikit terlihat ikan-ikan yang ingin
menarik wajahku.
Sederetan bukit sudah mulai tersenyum
Dengan tetesan-tetesan perak membasahinya
Dan gunung yang berdiri menjulang tegak
Mulai memberi isyarat kepada diriku

By Jemianus Beni Hoaratan
Bukit Rogate
Ribang, 13 Maret 2022

 

Kepada Mimpi

sajak-ku mulai tenggelam
dalam ruang fantasimu
hingga waktu tidak bisa
mengarunginya
hanya terlihat tinta pena
yang sedang menabur dalam
ruang imajinasiku
untuk terus memberi warna dan kata-kata
yang kian merangkak
dengan sedikit berharap akan mendapatkan
buah dalam dunia khayalan

 

“Buah Damai”

Aku masih mengaduk diriku
Dalam menabur benih keheningan
Di tengah-tengah rindu
Untuk memanjatkan nazar
Dengan telapak jari-ku telanjang
Membentuk sujud
Dalam paras doa hingga menyambung pesan kepada Tuhan
Tapi, iman-ku hanya serpihan biji sesawi yang membekas
Diriku masih berharap cinta yang membuat aku menjadi candu
Untuk memulihkan ruang dalam iman-ku yang sedikit agak kaku
Hingga semuahnya itu harus berakhir dalam buah damai

By Jemianus Beni Hoaratan
Pondok Rogate
Ribang, 13 Maret 2022

 

 

Jemianus Beni Hoaratan
Previous ArticleDubes Indonesia untuk Timor Leste Kunjungi PLBN Motaain
Next Article Perjalanan Masih Panjang

Related Posts

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026
Terkini

Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membentuk Generasi Remaja Berintegritas

7 Maret 2026

Tuhan sebagai Gembala dan Bapa Yang Penuh Belaskasih dan Mengampuni 

7 Maret 2026

Surat Cinta untuk Mama

7 Maret 2026

Imigrasi Labuan Bajo Gelar Sosialisasi Bersama Desa Binaan di Kabupaten Manggarai, Cegah TPPO dan TPPM

7 Maret 2026

Demokrat Kritik Bawaslu NTT Soal Pelanggaran Pemilu 2024

7 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.