Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»Sastra»Dengarlah: Antologi Puisi Lalik Kongkar
Sastra

Dengarlah: Antologi Puisi Lalik Kongkar

By Redaksi26 Maret 20222 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Ilustrasi
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Dengarlah

Seketika di saat hentakan mengguncang rasa
Genggaman jemarimu terlepas dari gamitan tanganku
Terurai berkas resah dimata indahmu
Begitu layu dan berduka pilu
Adakah sekelumit kata melukai jiwa

Sedikit kasih meluluhkan gegana kalbu
Rinai hujan pun masih turun
Melumat tetesan air mata
Kisah ini miris ku rasa
Ada keresahan menjadi kelabu

Seharusnya warna pelangi menjadi hati kita
Bersandarlah jika sukmamu lelah
Terpejam di dekapan kasih yang selalu ada dan tersimpan
Janganlah risau menjerat jalinan rasa
Jika hanya membuat kehangatan ini terselip dalam luka

Rasulmu Tuhanku Juga

Sulit mengungkapkan dengan sebuah kata-kata
Karena rindu ini terus saja membara
Aku terus saja ingin bersama meski kita berbeda
Perbedaan di antara kita begitu terasa

Jumat ibadahmu padamu pada sang kuasa
Aku Minggu dengan keluargaku menyembah Rasulku
Kau menghargai ia sebagai seorang nabi
Aku menghargainya sebagai Tuhan pengelola bumi

Butuh kekuatan hati
Untuk kita terus bertahan dalam zona ini
Perbedaan kekal ini sungguh menghantui
Terkadang bayang-bayang perpisahan menghampiri

Sulit hati ini untuk memungkiri bahwa cinta ini tulus dan suci
Hubungan ini sudah tak bisa aku teruskan karena aka nada tembok besar yang akan jadi sandungan
Aku harus bisa melupakan
Kasih, doaku padamu semoga kau dapat lelaki yang seiman

Istrahatlah Dunia

Istrahatlah dunia
Dari huruf-huruf tanpa jeda
Sebab ambisinya para manusia
Dalam mengejar sesuatu yang fana

Istrahatlah dunia
Ku tahu kau sedang lelah
Menopang tuntutan kami yang melimpah
Nafsu kami yang tak terarah dan begitu serakah

Lekaslah mereda dunia
Jangan kau kutuk kami dengan marahmu yang tak bersuara
Lalu membuat sebagian kami punah
Tak berdarah

Dengan malu kami mengakui ketidakpercayaan ini
Sebagai mahluk sombong yang sama sekali tak punya kendali
Jika sudah begini kami menyadari atas kesalahan-kesalahan yang sudah terlampaui

Lalik Kongkar, Mahasiswa Universitas Tribhuwana Tunggadewi Malang

 

Lalik Kongkar
Previous ArticleKemerosotan Moral Era Milenial
Next Article Kisah Perseteruan Dua Keluarga Terkemuka Serbia

Related Posts

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Pendoa Bermata Biru

23 Februari 2026

Pilu yang Tidak Pernah Sembuh

3 Februari 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.