Close Menu
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
Facebook X (Twitter) Instagram
VoxNtt.comVoxNtt.com
Facebook X (Twitter) Instagram
Subscribe
  • NTT NEWS
  • REGIONAL NTT
  • NASIONAL
  • FEATURE
  • GAGASAN
    • OPINI
    • Podium Redaksi
  • SENI DAN BUDAYA
  • SASTRA
  • VOX POPULI
    • VOX GURU
    • MAHASISWA
    • PERAWAT
  • LAINNYA
    • VOX DESA
    • HUKUM DAN KEAMANAN
    • KOMUNITAS
VoxNtt.comVoxNtt.com
Home»NTT NEWS»BEDIL Tahun 2022 Diluncurkan di Labuan Bajo, 74 Peserta Ikut Ambil Bagian
NTT NEWS

BEDIL Tahun 2022 Diluncurkan di Labuan Bajo, 74 Peserta Ikut Ambil Bagian

By Redaksi7 April 20223 Mins Read
Facebook Twitter WhatsApp Telegram
Kegiatan peluncuran program Baparekraf Digital Innovation Lab (BEDIL) 2022 di Labuan Bajo, Manggarai Barat (Mabar), Kamis (07/04/2022)(Foto: Sello Jome/Vox NTT)
Share
Facebook Twitter Pinterest Telegram WhatsApp

Labuan Bajo, Vox NTT- Dalam rangka percepatan proses digitalisasi produk dan jasa sub sektor ekonomi kreatif serta bertransformasi digital, program Baparekraf Digital Innovation Lab (BEDIL) 2022 diluncurkan di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Kamis (07/04/2022).

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Hotel Laprima itu diikuti oleh 74 peserta. Kegiatan ini juga dilaksanakan sebagai pendampingan dan edukasi untuk bertransformasi digital.

BEDIL sendiri diinisiasi oleh Direktorat Tata Kelola Ekonomi Digital, Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Direktur Tata Kelola Ekonomi Digital, Selliane Halia Ishak mengatakan, tujuan dan target yang dicapai melalui program BEDIL yaitu pendampingan tepat guna, sesuai best practice dari para mentor di industri kreatif terkait.

“Kegiatan ini menyasar pelaku di 5 DPSP, BEDIL menjadi pendampingan tepat guna, sesuai best practice dari para mentor di industri kreatif terkait,” ujarnya.

BEDIL juga kata dia, memiliki tujuan konkrit mendukung pertumbuhan dan perkembangan industri kreatif digital serta memberikan mentoring atau inkubasi tentang transformasi digital kepada pelaku ekonomi kreatif.

Pelaku ekonomi kreatif yang ikut tambah dia yaitu di subsektor kriya, musik, dan seni pertunjukan di Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Labuan Bajo; serta mendukung penguatan ekosistem ekonomi digital di Indonesia melalui engagement dan on boarding pelaku ekraf ke dunia digital.

Dia mengatakan, pendampingan meliputi aspek-aspek mengembangkan ide, menguasai infrastruktur pendukung konten, hingga pengetahuan platform monetisasi yang tengah menjanjikan saat ini.

Sementara itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan dengan kegiatan tersebut dapat diharapkan bisa meningkatkan pendapatan dengan cara memasarkan produk melalui kanal digital yang ada, seperti media sosial, e-commerce, dan kanal digital lainnya, serta ikut berkontribusi dalam digitalisasi sektor UMKM di Indonesia.

“Melalui program BEDIL, para peserta diharapkan bisa meningkatkan pendapatan dengan cara memasarkan produk melalui kanal digital yang ada, seperti media sosial, e-commerce, dan kanal digital lainnya, serta ikut berkontribusi dalam digitalisasi sektor UMKM di Indonesia,” ujar Menteri Sandiaga dalam sambutannya melalui via zoom.

Transformasi digital kata Menteri Sandiaga telah menyentuh titik krusial dan menjadi kebutuhan.

Menteri Sandiaga mengatakan, Kemenparekraf memiliki tanggung jawab dalam penguatan ekonomi digital UMKM Indonesia.

“Transformasi digital dapat meningkatkan pendapatan 5 kali lebih cepat ketimbang penggunaan metode konvensional. Presiden RI Joko Widodo telah meluncurkan aksi afirmasi Bangga Buatan Indonesia, dan sejak peluncurannya, terdapat 3,7 juta unit usaha yang terdigitalisasi,” pintanya.

Angka ini lanjut dia, lebih banyak dari target yang telah ditetapkan dari program melebihi target di 2020, yaitu 2 juta unit usaha. Saat ini terdapat 11,7 juta UMKM yang telah go digital dan diharapkan terus berkembang mengejar target pemerintah hingga akhir tahun 2023 menjadi 30 juta UMKM.

Turut hadir Direktur Utama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores, Shana Fatina, Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat, Pius Baut, dan salah satu Technical Advisor BEDIL, Kevindra Soemantri.

Penulis: Sello Jome
Editor: Ardy Abba

BPOLBF Labuan Bajo Mabar Manggarai Barat
Previous ArticlePuan Maharani Ingatkan Pentingnya Menyatukan Agama dan Ilmu
Next Article Kami Tidak Punya Sesuatu, Hanya Untaian Doa

Related Posts

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Nama Wakil Ketua DPRD NTT Dicatut dalam Dugaan Penipuan Lowongan Kerja, Ratusan Orang Mengaku Jadi Korban

6 Maret 2026

Gubernur NTT Buka Diskusi Nasib 9.000 PPPK di Ruang Publik

5 Maret 2026
Terkini

Cerpen: Mata Tua di Tubuh Bayi Bole Wote

6 Maret 2026

Tanah Ulayat, Identitas, dan Derita Sosial

6 Maret 2026

Desa Golo Riwu Tetapkan APBDes Tahun Anggaran 2026, KMP dan MBG Jadi Fokus Utama

6 Maret 2026

Rote Ndao Siap Jadi Tuan Rumah Selancar Ombak PON 2028

6 Maret 2026

Polres Manggarai Limpahkan Dua Tersangka Kasus Narkotika ke Kejaksaan

6 Maret 2026
© 2026 VoxNTT
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.